Teknologi: Jembatan Akses atau Hambatan dalam Membaca Anak?

DEPOKPOS – Membaca merupakan kegiatan proses memahami makna dari simbol tertulis, baik huruf, tanda baca, maupun spasi. Dengan Membaca, kita dapat memperoleh pengetahuan, wawasan , dan pemahaman tentang dunia di sekitar kita, bahkan tanpa harus melakukan perjalanan atau pengalaman langsung.

Karena, Membaca adalah Jendela Dunia. Membaca buku sangat penting karena dapat memberikan pemahaman tentang dunia dan dapat memberikan perkembangan hidup.

Bacaan Lainnya

Kemajuan teknologi saat ini merupakan anugerah karena memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Teknologi juga dapat memudahkan berbagai aktivitas seperti saat ini. dengan teknologi juga kita bisa membaca melalui gadget. Serta tidak lagi harus selalu membawa buku kemana-mana dan bisa membaca dimana pun dan kapan pun.

Dengan adanya teknologi juga dapat membantu proses membaca dan belajar anak-anak dengan akses yang mudah, fitur yang menarik, dan juga terdapat banyak sumber-sumber informasi terkait pembelajaran melalu digital.

Akan tetapi di satu sisi, pentingnya peran Orang tua dalam memberikan teknologi kepada anak-anak saat ini menjadi penting karena teknologi sangat mudah sekali dijangkau dan diakses oleh kalangan anak-anak. serta tingkat ketergantungan anak pada gadget saat ini sudah mulai menjadi serius karena semangat anak- anak dalam membaca kalah dengan lamanya anak bermain gadget.

Di era dengan Perkembangan zaman yang sangat berbau teknologi saat ini, tingkat populasi minat dalam membaca sangat tergolong rendah. ‘’Minat baca di Indonesia, menurut data UNESCO, sangat rendah, dengan indeks hanya 0,001%. Ini berarti, dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang yang rajin membaca. Data ini menunjukkan bahwa budaya membaca di Indonesia masih perlu ditingkatkan secara signifikan’’ Hal ini dilansir dari UNESCO saat meneliti minat baca di Indonesia yang terbilang sangat rendah.

Jika dilihat dalam penelitian UNESCO tentang rendahnya tingkat membaca di Indonesia, ini menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan Bersama. Baik pihak Pemerintah, Tokoh Masyarakat, peran Orang tua, Mahasiswa, dan semua penduduk negara ini. Karena Membaca adalah awal dari banyak hal, membaca bagian awal dari tumbuhnya ide, karakter, dan masa depan. Juga dengan membaca mampu memajukan sebuah negara serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Beberapa faktor yang menyebabkan anak memiliki ketergantungan pada gadget disebabkan oleh dua faktor yaitu:

Faktor Internal

⦁ Minat anak:
Jika anak tidak memiliki minat baca yang kuat, mereka cenderung lebih tertarik pada konten digital yang lebih atraktif dan mudah dicerna.

⦁ Kecanduan:
Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, membuat anak sulit lepas dari perangkat dan enggan melakukan aktivitas lain, termasuk membaca.

⦁ Kontrol diri rendah:
Beberapa anak memiliki kontrol diri yang kurang baik, sehingga sulit untuk membatasi waktu penggunaan gadget dan beralih ke aktivitas lain.

⦁ Gangguan psikologis:
Masalah psikologis seperti depresi atau kecemasan juga bisa menjadi faktor pemicu kecanduan gadget, menurut Alodokter.

Faktor Eksternal

⦁ Pengawasan orang tua:
Kurangnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget anak dapat menyebabkan mereka terpapar konten yang tidak sesuai usia dan menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar.

⦁ Konten digital yang menarik:
Konten digital, seperti video game atau media sosial, seringkali dirancang untuk menarik perhatian dan membuat anak betah berlama-lama.

⦁ Kurangnya kegiatan alternatif:
Jika anak tidak memiliki banyak kegiatan alternatif yang menarik di dunia nyata, mereka cenderung akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget.

⦁ Tekanan teman sebaya:
Tekanan dari teman sebaya yang juga kecanduan gadget dapat membuat anak merasa terdorong untuk mengikuti gaya hidup yang sama.

Kemajuan teknlogi memberikan kemudahan luar biasa dalam mengakses informasi, termasuk dalam kegiatan membaca. Anak- anak kini bisa membaca kapan saja dan di mana saja melalui perangkat digital seperti gadget, yang tentunya lebih efisien dan lebih praktis di bandingkan dengan membawa buku fisik. Namun, kemudahan ini memilki dua sisi.

Di satu sisi, teknologi dapat menjadi jembatan akses menuju dunia membaca dengan berbagai fitur dan sumber pembelajaran yang menarik. Di sisi lain, teknologi juga bisa menjadi hambatan yang serius ketika penggunaannya tidak diawasi, terutama bagi anak-anak yang mudah terdistraksi oleh konten digital yang bersifat hiburan sehingga mengakibatkan anak menjadi malas untuk membaca dibandingkan dengan bermain gadget.

Saran saya sebagai penulis di sini ingin mengajak semua terutama peran orang tua , guru dan pemerintah untuk melihat betapa pentingnya dalam kita membangun minat membaca pada anak-anak. orang tua wajib mengawasi dan membatasi penggunaan gadget pada anak-anak dirumah, juga ketika di sekolah guru mewajibkan agar penggunaan gadget pada jam pembelajaran dilarang agar anak-anak mampu mempunyai pemikiran kritis untuk memecahkan suatu masalah dikelas.

Dan dengan mudahnya akses pada penggunaan gadget semoga pemerintah dapat membuat kebijakan membuat program literasi nasional berbasis komunitas dan membuat Program Subsidi Buku dan Perpustakaan Digital Gratis.yang karena dengan minat membaca yang tinggi maka akan banyak melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi serta mampu membangun masa depan Indonesia lebih baik lagi di era generasi mendatang.

Intan Marina
Prodi S1 Akuntansi Universitas Pamulang

Pos terkait