DEPOKPOS – Utang bisa jadi baik atau buruk. Kebanyakan pengusaha mengolah utang mereka menjadi utang baik, karena dipakai untuk investasi usaha dan sebagian keuntungannya untuk membayar utang. Sedangkan masyarakat umum sering terjerat pada utang buruk, yaitu berutang konsumtif atau untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan semata. Yang manakah kita?
Berutang untuk tujuan apa pun dan punya kemampuan melunasinya, tentu tak masalah. Sayangnya di kebanyakan kasus, masalah utang plutang yang tak terbayar menjadi penyebab rusaknya suatu hubungan, membuat stres, bahkan pernicu orang putus asa hingga bunuh diri.
Masalah pembayaran utang pulalah yang menyebabkan negara sekelas Amerika Serikat menghadapi situasi sulit. Negara adidaya ini, tak disangka, mempunyai utang yang sulit terlunasi, mencapai 14,3 triliun dolar AS. Bayangkan, utangnya sudah setara dengan 100 persen dan produksi domestik bruto (PDB)/pendapatan AS selama setahun.
Lalu, haruskah kita menghindari utang? Tentu tidak jika perencanaan keuangan kita mantap. Namun bisa iya, jika utang lebih besar daripada pendapatan, ada unsur riba di dalamnya, dan kita menjadi pendusta karena utang. Sebagaimana Rasulullah saw selalu berlindung kepada Allah dari lilitan utang karena sabdanya, “Sesungguhnya apabila seseorang terlilit utang, maka bila berbicara la akan berdusta dan bila berjanji ia akan pungkiri,” (HR Bukhari [832] dan Muslim [589]).
Namun jika masalah utang piutang sudah pelik dihadapi, janganlah berputus asa. Sesungguhnya bagi Allah kedudukan si peminjam dan yang meminjam sama, Dari Abdullah bin Buraidah, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menangguhkan tempo pembayaran utang saudaranya, Allah akan berikan dalam hari-harinya ganjaran pahala yang berlipat.”
Bagi yang kesulitan membayar namun tetap bertekad untuk membayarnya, insya Allah tekadnya menjadi sebab bagi Allah untuk menurunkan kemudahan dalam melunasi utangnya. “Barang siapa yang berutang uang kepada orang, lantas berkehendak untuk membayarnya maka Allah akan mempermudah jalannya untuk melunasinya. Barang siapa yang berutang dengan tujuan tidak membayar maka Allah akan membinasakannya,” (HR Bukhari dan Ibnu Majah).
Muhammad Arif Alfaruqi

