Seiring berkembangnya zaman, berbagai sektor pun memiliki perkembangan di bidangnya masing-masing. Tidak dapat dipungkiri manusia berlomba-lomba untuk mendapatkan versi kesuksesan terbaik dari hidupnya. Misalnya, dalam sektor ekonomi banyak orang berfokus untuk mendapatkan sesuatu yang berharga dimasa depan dengan cara berinvestasi.
Namun, sangat disayangkan kepedulian manusia terhadap lingkungan seringkali abai. Mereka lebih terfokus untuk mengejar kesuksesan semata saja. Padahal, jika lingkungan tidak dipedulikan akan berdampak kepada kehidupan manusia itu sendiri.
Pada saat ini, pencemaran lingkungan semakin meluas, berbagai sektor lambat laun akan terkena dampaknya. Contoh lain yaitu akibat banyaknya lautan manusia yang setiap harinya selalu melakukan pembuangan sampah, hasil TPA (Tempat Pembuangan Akhir) semakin meningkat.
Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti di kota Bandung contohnya beberapa hari lalu sempat mengalami kebakaran yang dahsyat. Diakibatkan adanya puntung rokok yang masih nyala terkena tumpukan sampah yang menggunung dan menimbulkan bahan gas, sehingga mengakibatkan kebakaran di area tersebut.
Sampah adalah sisa aktivitas manusia dalam sehari-hari atau proses yang menghasilkan bentuk padat dan cair. Sampah seringkali mengarah kepada material sisa yang tidak dibtuhkan atau tidak bermanfaat bagi manusia setelah berakhirnya suatu aktivitas atau proses domestik.
Sampah memiliki beberapa macam jenis, yaitu
1. Sampah Organik
Sampah organik adalah jenis limbah yang mudah mengalami pelapukan, seperti sisa-sisa makanan, dedaunan, atau cabang pohon. Biasanya, sampah organik ditempatkan dalam wadah yang berwarna hijau. Dengan memisahkan sampah organik ke dalam kontainer tersendiri, kita dapat mempermudah pengolahan sampah ini menjadi pupuk kompos.
2. Sampah Anorganik
Sampah anorganik, sebaliknya, merupakan jenis sampah yang lebih tahan terhadap pelapukan, seperti plastik, kaleng, dan styrofoam. Biasanya, sampah anorganik diletakkan dalam wadah berwarna kuning. Dengan menyediakan tempat sampah khusus untuk jenis sampah ini, kita dapat memudahkan penggunaan kembali atau pengolahan ulang sampah anorganik, baik dalam bentuk kerajinan tangan atau dalam proses manufaktur.
3. Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Sampah B3, yang sering kali diidentifikasi dengan wadah berwarna merah, adalah jenis sampah yang mengandung bahan-bahan yang berpotensi merusak manusia, hewan, atau lingkungan sekitar. Contoh sampah B3 termasuk kaca, kemasan detergen, dan pestisida. Untuk mengurangi dampak potensial, sangat penting untuk mengumpulkan sampah B3 secara terpisah dalam wadah yang sesuai.
4. Sampah Kertas
Sampah kertas adalah limbah yang terbuat dari bahan kertas dan dapat dipisahkan dalam wadah sampah yang berwarna biru. Pemilahan sampah kertas ini berguna untuk memudahkan proses daur ulang kertas, termasuk karton, potongan kertas, pamflet, bungkus kemasan berbahan kertas, dan buku.
5. Sampah Residu
Sampah residu adalah jenis sampah yang tidak termasuk dalam empat kategori sebelumnya. Tempat sampah untuk sampah residu biasanya berwarna abu-abu. Contohnya meliputi popok bekas, pembalut bekas, bungkus permen karet, atau puntung rokok.
Pada umumnya, manusia memiliki akal budi yang baik dan seharusnya dapat bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan sejak dari tindakan terkecil agar kita dapat mencegah pencemaran lingkungan. Dari beberapa jenis sampah diatas, ada sebagian sampah yang masih bisa di daur ulang dan dimanfaatkan agar tidak menjadi limbah. Contohnya sisa sampah makanan merupakan salah satu jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan untuk diberikan ke peternak maggot. Karena, dengan memberikan sampah sisa makanan tersebut akan tercipta hubuungan yang saling menguntungkan. Pertama, peternak maggot akan terbantu dalam urusan pakan maggot nya. Kedua, sisa sampah makanan yang harusnya dibuang dan berakhir di TPA tidak akan menjadi limbah, karena sudah berhasil dimanfaatkan untuk maggot.
Selain sampah organik, ada juga sampah anorganik yang dapat di daur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaaat yang dilakukan oleh beberapa startup di Indonesia, seperti: Waste4change, MallSampah, Gringgo, Angkuts, Mulung.co, dan SMASH.
Jadi, sebagai manusia kita harus bisa peduli dengan lingkungan, apalagi dengan berkembangnya zaman sudah mulai banyak fasilitas yang membantu mendukung pelestarian lingkungan seperti adanya startup untuk membantu mengelola dan daur ulang sampah bekas agar tidak menjadi limbah sampah berlebihan.
Shafa Nabiilah Nuur Rahmah

