Investasi bodong sering kali menjanjikan hasil yang menggiurkan dalam waktu yang sangat singkat
DEPOKPOS – Generasi Milenial adalah kelompok yang rentan secara financial yang menjadi generasi penerus untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang produktif dimasa yang akan datang Suhendro, (2022).
Fenomena terjadi peningkatan investor pada generasi milenial semakin terlihat sejak pandemi Covid-19 terjadi di Negara Indonesia tahun 2020 hingga terus berkelanjutan sampai saat ini. Pertumbuhan kinerjja yang sangat baik di BEI ikut mendorong minat investor lokal, yang saat ini mendominasi hingga 60%di banding dengan investor asing Gulo, (2023).
Situasi ini diduga terus berkelanjutan karena banyaknya emiten yang memanen profit tahun buku 2022 dan membagkannya kepada investor seperti pemberitaan yang ada di salah satu media “ Puluhan Emiten Siap Tebar Dividen Pekan Depan, Ada Saham Lo Kheng Hong hingga Grup Salim “ (Bisnis.com, 2023). Informasi ini menjadi faktor salah satu kunci bertahan dan bertambahnya investor dalam pasar modal.
Peningkatan minat pada generasi milenial menjadi peluang yang dapat memperkuat kemajuan pada pasar modal di Indonesia, akan tetapi sangat rentan dari godaan untuk terjebak dalam banyak praktek investasi bodong, terutama beragam derivasi investasi yang berbasis aplikasi teknologi digital yang menjanjikan keuntungan yang besar, cepat dan mudah. Praktek ini tidak mudah diberantas begitu saja karena menjadi fitur yang sangat menggiurkan, tetapi sesungguhnya sangat beresiko, bahkan bisa menjadi praktek yang sifatnya judi (Gulo, 2023)
Bahaya Investasi Bodong
Investasi bodong merupakan investasi yang melanggar hukum atau investasi yang tidak mematuhi aturan yang sudah diatur oleh otoritas yang berwenang dan dijalankan pada pihak-pihak yang tidak berlisensi dan tidak terpercaya. Investasi bodong sering kali menjanjikan hasil yang menggiurkan dalam waktu yang sangat singkat, akan tetapi sebenarnya terdapat resiko yang tinggi dan dapat menyebabkan kerugian yang besar. Berikut bahaya jika terjebak pada investasi bodong (Yoursay.id).
Kehilangan uang
Investasi bodong ini menipu para investor dengan menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akan dan tidak akan mungkin dapat dicapai. Akibatnya, para investor kehilangan uang ketika investasi bodong itu gagal.
Penipuan
Dalam bentuk penipuan pihak yang menjalankan investasi tersebut menjanjikan keuntungan yang tidak realistis serta memberikan informasi palsu tentang investasi.
Kerugian uang dalam jangka panjang
Investasi bodong dapat merugikan para investornya tidak hanya dalam jangka waktu yang pendek saja, tetapi dalam jangka waktu panjang bahkan jika investor berhasil menghindari kerugian besar pada awalnya, investasi bodong sering mengikat mereka dalam skema yang menghabiskan waktu dan uang mereka selama bertahun-tahun.
Tindakan Hukum
Selain menyebabkan kerugian pada financial, orang yang terlibat dalam investasi bodong tersebut dapat mengahadapi tindakan hukum karena dianggap melakukan pelanggaran hukum. Akibatnya, bisa dikenai denda atau bahkan di pidana dalam kurungan penjara
Solusi agar terhindar dan tidak terjebak pada investasi bodong
Sebelum berinvestasi di perusahaan multi-level, cari tahu dahulu informasi mengenai perusahaan, karyawan, dan produknya.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, sangat penting untuk mencari tahu tentang perusahaan. Cari tahu tentang sejarah perusahaan, latar belakang manajemen, dan reputasinya. Kemudian periksa juga informasi tentang karyawan, apakah mereka memiliki keterampilan dan pengalaman yang relavan. Selain itu, pelajari tentang produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut dan pertimbangkan apakah mereka memiliki nilai dan permintaan dari pasar.
Memiliki salinan tertulis rencana pemasaran dan penjualan dari perusahaan.
Permintaan salinan tertulis dari rencana pemasaran dan penjualan perusahaan adalah langkah yang penting. Ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang strategi perusahaan dalam memasarkan prduknya atau jasanya. Lalu periksa apakah rencana tersebut masuk akal dan memiliki fondasi yang kuat. Hindari perusahaan yang hanya fokus pada merekrut anggota saja tanpa fokus yang jelas pada penjualan produk.
Semakin besar keuntungan yang di janjikan maka semakin besar risiko kerugian yang akan dialami.
Jika suatu investasi yang menjanjikan keuntungan yang tidak proporsional atau terlalu besar dibandingkan dengan investasi yang dilakukan, itu bisa menjadi tanda bahaya. Investasi yang sah umumnya melibatkan risiko yang sebanding dengan potensi keuntungan. Oleh karena itu, penting untuk tidak terjebak dalam janji-janji yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Maka pertimbangkan dengan hati-hati tingkat risiko yang terkait dengan investasi tersebut.
Hindari promotor yang tidak menjelaskan rencana bisnis perusahaan.
Promotor yang kredibel harus mampu menjelaskan rencana bisnis perusahaan dengan jelas dan dengan rinci. Maka harus dapat memberika informasi tentang produk atau jasa yang ditawarkan, pasar target, strategi pemasaran, dan proyeksi keuangan. Jika promotor tidak dapat memberikan penjelasan yang memadai atau menghindari memberikan rincian, itu bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak benar atau ada informasi yang disembunyikan.
Cari tahu apakah ada permintaan untuk produk sejenis di pasaran.
Sebelum berinvestasi pada suatu produk atau jasa, pentingnya untuk memastikan jika ada permintaan yang signifikan untuknya di pasar. Lakukan riset untuk memahami tren pasar dan melihat apakah ada kompetisi yang yang sebanding atau produk sejenis yang sudah ada. Jika permintaan untuk produk tersebut terbatas atau tidak ada, maka ada risiko bahwa investasi anda tidak akan menghasilkan keuntungan yang diharapkan.
Dwi Yuniarti Mardiatun
Mahasiswi STEI SEBI Depok

