Urai Kemacetan di Jalan Raya Cakung Cililincing, Dishub Lakukan Rekayasa Lalin

Urai Kemacetan di Jalan Raya Cakung Cililincing, Dishub Lakukan Rekayasa Lalin

Jakarta, Jakpos – Untuk mengurai kemacetan akibat antrean truk besar dan truk kontainer menuju depo logistik di kawasan Jalan Raya Cakung Cilincing (Cacing), Jakarta Timur, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) dengan menutup sejumlah putaran balik (U-trun).

Dishub DKI Jakarta menjelaskan, arus lalu lintas (Lalin) di kawasan Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung Cilincing (Cacing), Jakarta Timur, mulai kembali lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah putaran balik.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin mengatakan, kondisi lalu lintas di kedua arah di kawasan Jalan Raya Cacing, yakni menuju Cakung, Jakarta Timur dan sebaliknya dari Cakung menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara sudah berangsur normal. Hal itu disampaikan usai meninjau langsung lokasi pada Rabu (22/7/2026) malam.

“Alhamdulillah semua bisa teratasi. Sebelah kiri maupun kanan kondisinya sudah sangat lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan U-turn di Cakung, Babek, dan JGC,” ujarnya, Kamis (23/7).

Budi menyampaikan, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan sekitar pukul 19.00 WIB. Arus kendaraan mulai kembali bergerak dan kepadatan berangsur terurai sekitar pukul 19.30 WIB.

*Dinas Perhubungan DKI Jakarta sementara akan Tetap Terus melanjutkan rekayasa lalu lintas ini*, guna untuk benar – benar memastikan kondisi tetap terkendali.

Penutupan U-turn kembali dilakukan di kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC) oleh personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

“Sekitar 75 personel dikerahkan dalam penanganan tersebut, terdiri dari 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur, 30 personel Sudin Perhubungan Jakarta Utara, serta sekitar 15 personel dari tingkat provinsi yang disebar di sejumlah titik,” jelasnya.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga mengarahkan pengemudi truk menuju Terminal Tanah Merdeka untuk menunggu apabila terjadi antrean menuju depo peti kemas.

Menurutnya, kemacetan dipicu oleh penumpukan peti kemas di pelabuhan akibat tingginya volume impor yang tidak diimbangi aktivitas ekspor. Kondisi tersebut menyebabkan peti kemas menumpuk di pelabuhan maupun depo sehingga memicu antrean panjang truk.

“Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo,” tandasnya.

Selain itu, para pimpinan depo container di Jalan Cacing, yakni di wilayah Jakarta Timur ada 7 depo dan 12 depo di wilayah Jakarta Utara akan dipanggil semua.

“Kita akan panggil semua dan mengadakan rapat bersama guna mencari solusi terbaik untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Cacing di kedua sisi. Baik dari arah Cakung menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara, maupun dari Tanjung Priok menuju Cakung, Jakarta Timur,” jelasnya. (Rosid)

Pos terkait