Budidaya Maggot BSF Untuk Pemula di Rumah

DEPOKPOS – Pakan alami bisa menjadi salah satu penyeimbang kebutuhan protein bagi beberapa komoditas yang membutuhkan maggot.

Maggot menjadi salah satu komoditas yang sangat menarik dikembangkan, terlebih trendnya terus berkembang dari hari ke hari.

Bagaimana cara budidaya maggot BSF tanpa bau agar tidak mengganggu kenyamanan Anda? Tenang, disini Anda bisa mendapatkan tips dan cara ternak maggot pemula tanpa bau, dan minim kematian. Apa saja? Yuk simak penjelasannya.

Peluang Usaha Maggot

Jangan anggap budidaya maggot sebelah mata, sebab saat ini bisa mendatangkan omzet lebih dari 10 juta perbulan.

Ini sejalan dengan salah satu petani maggot dari kota bekasi. Dilansir dari antaranews.com omzet bahkan mencapai 12 juta perbulan.

Selain diperuntukkan untuk pakan alami, maggot juga memiliki kualitas bagus untuk menguraikan sampah.

Saat ini, maggot memiliki peluang usaha yang sangat besar, mengingat usaha peternakan dan perikanan yang membutuhkan maggot juga sedang meningkat. Ini dikarenakan maggot disebut-sebut sebagai pakan yang sangat baik untuk usaha peternakan dan perikanan.

Sebab, maggot merupakan pakan yang mengandung protein tinggi. Komponen protein ini memiliki peranan sangat penting untuk proses pembentukan jaringan tubuh dan membantu proses metabolisme vital tubuh ternak/ikan, seperti enzim, hormon dan antibodinya.

Oleh karena itulah, Anda bisa menjual maggot ke seluruh peternak sebagai pakannya.

Apa Itu Maggot?

Maggot yang terbaik untuk dibudidayakan sebagai pakan adalah dari jenis BSF. BSF ini adalah lalat (Diptera) yang berasal dari keluarga Stratiomyidae dan berasal dari daerah subtropis dan tropis.

Siklus hidup maggot ini terdiri dari 5 fase, yaitu telur, larva, prepupa, pupa dan dewasa. Lama siklus hidup ini adalah antara 38-41 hari.

Selama masa itu, satu lalat betina dewasa bisa menghasilkan telur hingga 500 butir. Dengan lama telur menetas adalah 4-5 hari.

Pakan maggot ini sangatlah mudah, karena Anda hanya perlu memberikan pakan dari limbah organik rumah tangga (limbah sayuran, buah-buahan, limbah peternakan, dan limbah pengolahan makanan).

Oleh karena itulah, maggot ini bisa menjadi solusi dalam pengolahan limbah organik, agar tidak menumpuk dan meningkatkan kadar amoniak di tempat pembuangan akhir.

Kemampuan 1 larva dalam menghabiskan pakan limbah organik adalah sebanyak 25 mg-500 mg/hari. Ukuran larva maggot saat panen adalah sekitar 27 mm, lebar 6 mm, dan berat 220 mg.

Keunggulan Penggunaan Maggot BSF Untuk Ternak

Anda yang ingin membudidayakan maggot BSF, tentu harus mengetahui keunggulan lainnya selain menjadi pakan ternak. Dilansir dari medpub.litbang.pertanian.go.id berikut ulasan selengkapnya:

Pemanfaatan larva BSF dapat mengurangi dampak penumpukan sampah organik, dan juga dapat mengurai limbah organik. Jadi membudidayakan maggot bsf ini juga berdampak bagus untuk lingkungan sekitar.

Larva BSF ini juga tidak menimbulkan bau yang menyengat, dan sangat higienis menjadi pakan alternatif.
Larva BSF juga bukan vektor suatu penyakit, jadi sangat aman untuk kesehatan manusia. Utamanya untuk budidaya tidak menimbulkan penularan penyakit.

Secara ekonomi, maggot BSF tidak dijual dalam bentuk mentahan saja namun juga bisa dikombinasikan dengan bentuk tepung untuk campuran pakan.

Sebagai sumber pakan, maggot BSF mengandung protein tinggi sebanyak 40% sampai 50% yang dimanfaatkan untuk pakan babi, ayam, hingga burung puyuh.

Cara Budidaya Maggot BSF untuk Pemula

Budidaya maggot pemula bisa dimulai dari ternak lalat BSF. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah cara budidaya maggot BSF:

1. Persiapkan Kandang Maggot

Kandang maggot ini berfungsi sebagai tempat BSF kawin dan memproduksi telur hingga penetasan. Untuk pemula, Anda bisa menggunakan kandang ukuran kecil.

Bahan kandang yang disarankan untuk kandang maggot adalah kayu sebagai kerangka, jaring-jaring lembut (waring) sebagai dinding kandang dan plasik UV sebagai atap. Kandang maggot ini nantinya diisi dengna rak pre pupa dan media bertelur.

Kandang bisa dibuat berbentuk seperti rumah-rumahan berukuran kecil. Ukuran kandang maggot yang disarankan adalah 2,5 m X 4 m X 3 m, atau sesuai besaran lahan yang Anda miliki.

kandang maggot

Rata-rata populasi BSF yang bisa ditampung setiap 10 cm2 adalah 40-50 ekor. Anda bisa menyesuaikan besaran kandang dengan kemampuan Anda dalam memproduksi maggot di setiap periodenya.

Selain ukuran, pembangunan kandang untuk pembesaran pupa harus memiliki syarat-syarat berikut:

  1. Suhu maksimal 36oC.
  2. Tidak terkena hujan.
  3. Tidak terkena cahaya matahari langsung (gelap), namun sirkulasi udara tetap lancar.

Untuk kandang BSF (imago), kandang harus memenuhi syarat berikut:

  1. Suhu ideal antara 30-38oC.
  2. Tidak terkena hujan.
  3. Mendapatkan sinar matahari langsung dan sirkulasi udara yang baik, sebab BSF beraktifitas sejak pukul 8.30 dan puncak aktivitasnya pada jam 11.

2. Rak Media Penetasan Larva Maggot

Media penetasan berfungsi sebagai tempat maggot menetaskan telurnya. Anda bisa menggunakan boks-boks kecil berisi media ternak maggot seperti yang dijelaskan di atas.

Rak media penetasan ini bisa disusun menjadi 3 tingkatan untuk menghemat tempat. Anda bisa membuat rak media penetasan dari bahan kayu.

3. Pembuatan Media Ternak Maggot

Media ternak maggot cukup beragam dan bisa didapatkan secara gratis. Anda bisa menggunakan bekatul yang kering ataupun limbah rumah tangga yang tidak busuk, seperti buah ataupun sayuran.

Jangan gunakan media yang busuk, dan mengandung bahan-bahan berbahaya. Anda bisa menggunakan bekatul ataupun limbah sayur/buah sebagai media.

Bekatul baik digunakan sebagai media ternak maggot karena teksturnya kering dan mudah didapatkan.

Anda juga bisa mengkombinasikan bekatul dengan sayur dan buah, dengan presentase yang disesuaikan dengan jenis sayur dan buahnya.

Jika sayuran yang digunakan banyak mengandung air, maka persentase bekatul disarankan lebih banyak. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah panduan cara mempersiapkan media ternak maggot:

  1. Siapkan wadah baki berukuran sedang.
  2. Taburkan bekatul ke seluruh permukaan baki, setebal 2 cm.
  3. Masukkan limbah sayuran dan buah diatas bekatul tersebut hingga baki hampir penuh.
  4. Taburkan bekatul ke bagian pinggir dan sedikit diatas sayuran.
  5. Semprotkan 1 ml Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan ke seluruh permukaan media ternak.
  6. Penambahan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan  juga bermanfaat untuk menambah mineral essensial & non essensial serta multivitamin yang dibutuhkan maggot. Selain itu, produk ini juga bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan manggot, sekaligus mereduksi aroma tidak sedap pada ternak maggot.

Setelah media ternak siap, selanjutnya maggot siap untuk budidaya maggot. Berikut ini adalah penjelasan cara budidaya maggot:

4. Proses Ternak Lalat BSF

Cara ternak lalat BSF harus disesuaikan dengan aktivitas BSF. Berikut ini adalah proses ternak lalat BSF didalam kandang yang harus Anda ketahui:

  1. Aktifitas BSF bermula dari pukul 8:30-11:00.
  2. BSF bisa mulai kawin pada hari ke 3.
  3. Suhu optimal adalah antara 27oC-38oC.
  4. BSF bisa mulai bertelur saat berumur 3 hari setelah kawin.
  5. Letakkan media ternak di tempat yang teduh, namun mendapatkan sirkulasi baik.
  6. BSF biasa bertelur saat pagi-sore hari.
  7. Letakkan media ternak yang sudah dibuat didalam kandang BSF.
  8. Letakkan tempat bertelur maggot (bahan papan, multiplek, kardus) di atas media ternak.
  9. Ambil telur maggot yang sudah berumur 2 hari di tempat bertelur.

Setelah mengambil telur tersebut, selanjutnya Anda bisa melanjutkan ke penetasan telur. Berikut ini adalah caranya:

5. Penetasan Telur Larva Maggot

  1. Isi box yang berukuran 15 cm X 20 cm dengan media ternak.
  2. Pindahkan telur yang terletak di tempat telur (papan, multiplek atau kardus) ke box penetasan.
  3. Pantau suhu agar tidak terlalu tinggi/rendah.
  4. Telur akan menetas setelah berumur 2-4 hari.
  5. Larva maggot yang berumur 6 hari dipindahkan ke biopond.

Setelah menetas, maka langkah selanjutnya adalah memindahkan maggot ke biopond dan melakukan perawatan dengan cara berikut:

6. Cara Perawatan Maggot BSF

  1. Siapkan media ternak seperti yang sudah dijelaskan di poin 5.
  2. Larva yang sudah berumur 6 hari, pindahkan ke biopond yang sudah berisi media ternak.
  3. Padat tebar di setiap m2 nya adalah 8-10 kg maggot.
  4. Buat biopond dengan ukuran yang disesuaikan dengan kapasitas maggot yang diternakkan.
  5. Untuk perawatan maggot, selalu berikan pakan secara rutin setiap hari.
  6. Pakan yang dibutuhkan untuk maggot yang berjumlah 8-10 kg adalah >7 kg/hari.
  7. Semprotkan 1 ml Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Peternakan/8 kg pakan setiap kali Anda memberikan pakan.
  8. Selain mempertimbangkan jumlah maggot yang dibesarkan, kapasitas pakan juga harus menjadi perhitungan, agar nantinya maggot tidak kekurangan pakan.
  9. Terus berikan pakan hingga maggot berumur 25 hari atau sebelum menjadi pupa.

Sumber: gdm.id

Pos terkait