DEPOKPOS – Seiring dengan bertumbuhnya pertumbuhan populasi manusia di dunia yang dimana tahun ke tahun semakin cepat, aktivitas dan kemampuan teknologi juga sudah mampu mengacaukan struktur trofik aliran energi dan pendauran unsur kimia di ekosistem. Luas hutan yang ada di Indonesia menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) mencapai sekitar 125,9 juta hektare pada tahun 2018. Luas tersebut diperkirakan 63,7% dari luas daratan di Indonesia.
Penyebab deforestasi yang terjadi di Negara Indonesia rata-rata disebabkan oleh program pembangunan lahan permukiman penduduk dan pertanian transmigrasi sehingga kegiatan pembukaan hutan dilakukan dan terjadinya penebangan pohon. Menurut data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2016 terjadi deforestasi di Indonesia mencapai 496.370 hekter, sedangkan pada periode sebelumnya pada tahun 2015 mencapai 630.000 hektar.
Laju deforestasi di Negara Indonesia dalam rentang waktu 10 tahun yang akan datang mampu mencapai 1,5 juta per tahun.
Definisi Deforestasi
Deforestasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam proses menghilangkan atau mengurangi jumlah luas hutan dalam suatu wilayah untuk menghilangkan fungsi hutan yang sebenarnya dengan dialih fungsikan sebagai kebutuhan manusia dalam bidang lain. Hal ini sering kali terjadi karena aktivitas manusia seperti penebangan hutan untuk kepentingan ekonomi, pembukaan lahan pertanian, pembangunan infrastruktur, dan lain sebagainya.
Deforestasi tidak dapat dibenarkan dalam hal apapun itu. Menurut (FAO 1990; World Bank1990) pada 2 penelitiannya tentang deforestasi, mereka menyebutkan bahwa deforestasi tidak hanya sekedar kerusakan hutan secara permanen atau kerusakan hutan yang parah, melainkan pengelolaan perladangan yang berpindah dan kembali menjadi hutan sekunder juga merupakan deforestasi. Definisi ini juga didukung oleh Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 30 tahun 2009 tentang Tata Cara Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi.
Hutan (REDD) yang menyatakan secara tegas bahwa deforestasi adalah perubahan secara permanen areal hutan menjadi tidak berhutan yang disebabkan oleh kegiatan manusia.
Deforestasi dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius, termasuk hilangnya habitat alami bagi hewan dan tumbuhan, kerusakan tanah, erosi, kekeringan, banjir, kehilangan hutan secara drastis dapat mengurangi habitat bagi banyak spesies tumbuhan dan hewan, serta dapat menyebabkan kepunahan, dan mampu berubahnya iklim.
Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya Deforestasi
Faktor yang disebabkan terjadi pada konversi pertanian dan perkebunan. Hal ini karena populasi manusia tahun ke tahun semakin meningkat, tentu akan mempengaruhi peningkatan kebutuhan dan pasokan bahan pangan. Langkah yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan cara pembukaan lahan pertanian dan perkebunan, terutama pada daerah tropis yang memiliki iklim yang cocok untuk bertani dan berkebun.
Pembangunan Infrastruktur (pembangunan jalan, bandara, dan pemukiman penduduk) termasuk penyebab deforestasi. Dikarenakan hutan seringkali ditebang untuk membuka lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut.
Industri pertambangan juga menjadi salah satu penyebab deforestasi. Pembukaan lahan untuk kegiatan pertambangan seringkali memerlukan penghilangan hutan yang ada. Pemanfaatan sumber daya alam melalui industri pertambangan dan pengeboran minyak akan meninggalkan bekas area pertambangan di kawasan hutan yang dimana kondisi tanahnya berlubang-lubang dikarenakan untuk pengeboran. Jika bolongan tersebut tidak segera dilakukan penutupan, maka kawasan hutan tersebut yang abis digunakan akan memberikan dampak buruk pada sekitar lahan lingkungannya.
Penebangan hutan untuk keperluan kayu dan bahan bakar juga menjadi penyebab deforestasi. Beberapa negara termasuk Indonesia masih mengandalkan kayu sebagai sumber energi, dan hal ini menyebabkan deforestasi karena hutan terus ditebangi.
Praktik pembukaan lahan liar atau ilegal sering dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini juga dapat menyebabkan deforestasi di beberapa wilayah.
Penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan dikarenakan jenis tanahnya adalah tanah gambut, tutupan lahan yang digunakan adalah semak belukar kering, padang rumput kering, ladang dan tegalan, dan curah hujan yang rendah. Pada dasarnya, kebakaran lahan dan hutan yang terjadi bukan hanya karena bencana alam, melainkan di sebabkan oleh faktor manusia, baik dilakukan dengan sengaja maupun karena kelalaian.
Kebakaran hutan juga terkadang terjadi karena pembukaan lahan yang sering kali dilakukan dengan cara pembakaran dan hal tersebut menyebabkan kebakaran hutan yang tidak terkendali. Akibat hal ini, ratusan ribu hingga jutaan hektar hutan yang bukan menjadi sasaran untuk dibakar akan ikut habis terbakar. Perusakan hutan di daerah tropis umumnya dilakukan oleh masyarakat sekitar melalui kegiatan perladangan berpindah-pindah. Biasanya masyarakarat membabat lahan dengan cara membakarnya untuk kebutuhan pangan dalam jangka pendek. Hal ini mampu menyebabkan kebakaran dan angka deforestasi semakin meningkat.
Dampak-Dampak Deforestasi Terhadap Perubahan Iklim Ekstrem
Hutan memiliki peran penting dalam menyerap air hujan dan mempertahankan kestabilan tanah. Ketika hutan ditebang, tanah akan menjadi lebih mudah longsor, memicu banjir, tanah akan kehilangan kemampuannya dalam menahan air, dan aliran air dapat terganggu. Tanpa pohon, longsor akan sering terjadi dikarenakan sudah tidak ada struktur akar untuk menahannya dari tanah.
Ketika hutan ditebang, aliran air akan berkurang, lalu bisa menyebabkan kekeringan, dan aliran air dapat terganggu. Ketika hutan ditebang, tingkat kelembapan turun dan menyebabkan tanaman yang tersisa akan mengering. Pengeringan pada hutan hujan tropis akan meningkatkan efek besar yang disebabkan oleh kebakaran. Hutan juga menyimpan karbon dan dapat membantu mengurangi emisi pada karbon dioksida. Ketika hutan ditebang, karbon yang tersimpan di dalam hutan akan dilepaskan melalui atmosfer.
Hal ini akan meningkatkan jumlah gas yang ada pada rumah kaca di udara dan mempercepat pemanasan global. Deforestasi membuat pepohonan berkurang dan mengarah pada ketidakseimbangan suhu atmosfer, menciptakan iklim yang lebih kering, dan membuat kondisi ekologi menjadi sulit, hal tersebut yang akan mengakibatkan perubahan iklim (Peningkatan pada suhu [meningkat sekitar 0,3℃], Peningkatan pada curah hujan [meningkat sekitar 2-3%], Keamanan pangan jadi terganggu dikarenakan perubahan iklim pada bidang pertanian, Permukaan air laut akan naik dan suhu air laut akan hangat, dan Terkena penyakit lewat air dan vektor [malarian dan demam berdarah] ).
Hutan memiliki peran dalam mempengaruhi iklim. Ketika hutan ditebang, suhu dan kelembapan akan berubah dan dapat meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem seperti badai, angin kencang, dan badai salju. Adanya deforestasi dapat menyebabkan hilangnya habitat dan keanekaragaman hayati. Hal ini berdampak akan berdampak pada fungsi ekosistem dan keseimbangan ekologis.
Deforestasi memiliki dampak yang besar terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, harus dilakukan restorasi pada hutan, pengelolaan hutan secara berkelanjutan, edukasi mengenai deforestasi, dan kesadaran mengenai dampak deforestasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga keseimbangan ekosistem dan iklim global.
Penulis: Afita Aura Zahrah

