JAKARTA, jakpos — 4/10/2026 , Pameran alat musik selalu memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi musisi, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia musik. Kehadiran beragam produk terbaru, demonstrasi alat musik, program edukasi, serta penawaran khusus semakin menambah daya tarik gelaran pameran musik.
Melihat potensi tersebut, Rhapsodie Group, perusahaan yang berfokus pada pengembangan ekosistem musik di Indonesia melalui bidang pendidikan, retail, dan penyelenggaraan event berskala nasional, memprakarsai Indonesia International Music Expo (IIME) 2026.
IIME 2026 digelar pada 2–4 Oktober 2026 di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), PIK 2, Jakarta. Gelaran ini mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem musik, mulai dari brand alat musik dan audio, musisi, produsen, distributor, pelaku industri, komunitas, hingga penggemar musik dalam satu wadah.
Mengusung konsep pameran sekaligus festival musik, IIME 2026 menghadirkan berbagai program yang dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain pameran produk, agenda IIME mencakup konser, workshop, kompetisi, sesi edukasi, hingga ruang networking bagi para pelaku industri.
Sejumlah program yang hadir dalam IIME 2026 antara lain Music Expo, yang menghadirkan berbagai brand alat musik dan audio gear; Live Stage & Performance, yang menampilkan pertunjukan musisi nasional dan internasional; serta Workshop & Clinic, berupa sesi edukasi dan berbagi pengetahuan bersama profesional serta brand ternama.
IIME 2026 juga menghadirkan Children Music Competition sebagai wadah bagi anak-anak berbakat untuk menunjukkan kemampuan bermusik. Sementara itu, Networking & Business Zone disiapkan sebagai ruang pertemuan dan interaksi bagi para profesional serta pelaku bisnis di industri musik.
Saat konferensi pers di Nusantara Room, NICE, Jumat (2/10/2026), Pimpinan Rhapsodie Group Yuberg Andro mengatakan bahwa penyelenggaraan IIME 2026 bertujuan merangkul berbagai elemen yang memiliki keterkaitan dengan musik.
“Tak hanya musisi dan brand, tetapi juga sekolah musik, guru, siswa sekolah musik, distributor, retail, pelaku industri musik, content creator, komunitas, maupun masyarakat umum yang menyukai musik. Dengan diadakan IIME ini, kami berharap bisa menjadi wadah untuk merangkul semuanya menjadi satu, di mana seluruh ekosistem bisa mengadakan berbagai aktivitas dan experience di gelaran ini,” ujar Yuberg.
Menurutnya, IIME tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk, tetapi juga menjadi tempat bertemunya berbagai pihak yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem musik Indonesia.
Hal senada disampaikan Ryan Andian dari NICE PIK. Ia mengatakan, kehadiran IIME diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi transaksi bisnis, tetapi juga ikut mendukung perkembangan industri musik di Indonesia.
“Event IIME ini tak hanya sebuah transaksi bisnis semata, tapi juga sebagai dukungan untuk kekuatan bisnis industri musik di tanah air,” kata Ryan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman langsung dengan produk, teknologi, maupun perkembangan terbaru di dunia musik. Beragam penawaran khusus dari peserta pameran juga menjadi salah satu daya tarik, di samping program workshop dan klinik yang dapat menambah wawasan bagi musisi, content creator, komunitas, pelajar musik, maupun masyarakat umum.
Melalui IIME 2026, Rhapsodie Group berharap pameran ini dapat menjadi salah satu ruang pertemuan bagi seluruh elemen industri musik sekaligus mendorong terbentuknya kolaborasi dan pengalaman baru bagi masyarakat dalam menikmati perkembangan ekosistem musik Indonesia. (Red)





