Krisis Gaza (Pelaparan Sistemis) dan Momentum Kebangkitan Umat

Oleh: Misriyaningsih, Karyawan Swasta/ Aktivis Muslimah

Seperti tak puas membombardir warga Gaza dengan senjata dan serangan udara, Zionis laknatullah juga membuat warga Gaza mengalamai pelaparan sistemik. Zionis memblokade makanan dan obat-obatan untuk masuk ke wilayah pengungsian. Parahnya lagi, mereka bahkan mencampur bantuan makanan dan obat-obatan dengan narkoba yang mematikan, perlakuan zionis ini terhadap warga Gaza ini benar-benar sudah di luar batas akal sehat.

Bacaan Lainnya

Ratusan warga meninggal karena kelaparan, ribuan anak dan ibu hamil malnutrisi, semua warga gaza mengalami kelaparan akut, mereka diguncang kelaparan sistemik. Ini adalah genosida terang-terangan, genosida dalam bentuk gaya baru dan genosida sistematis yang bertujuan memusnahkan warga Gaza secara perlahan-lahan dengan cara yang kejam dan biadab .

Hal ini menjadi bukti bahwa sumbangan dan bantuan sosial tidak dapat menjadi solusi hakiki untuk menyelamatkan palestina dari penjajahan Zionist, karena faktanya kendaraan yang berisi bantuan kemanusiaan tidak bisa masuk Camp pengungsian.Padahal, berbagai bantuan sosial sudah diberikan, seperti makanan, obat-obatan, pakaian namun faktanya belum bisa menembus blokade total yang dilakukan oleh Zionis.

Berbagai bantuan sosial dari saudara muslim belum bisa masuk karena dijegal di Rafah. Hal ini akhirnya membuat banyak warga Mesir mencoba memberikan bantuan makanan ke warga Gaza dengan cara lain, yaitu memasukkan bahan makanan ke botol-botol dan dihanyutkan ke laut, berharap makanan tersebut bisa sampai ke warga Gaza yang ada di seberang sana.

Hanya itu ikhtiar yang bisa mereka lakukan untuk menolong saudara mereka di sana, karena pergerakan warga Mesir pun terbatas. Di mana hati nurani pemimpin Mesir yang notabene-nya adalah muslim, saudara se-akidah, bahkan Rasulullah jelas mengatakan bahwa umat muslim adalah satu tubuh, ketika satu bagian sakit, maka bagian lain juga merasakan sakitnya.. Rakyat Palestina sedang merasakan penderitaan yang amat sangat, tidak kah hati nurani mereka tergerak?

Bahkan, negara-negara Arab dan Muslim, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, pertama kalinya resmi mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kekuasaan atas Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina (PA). Sementara Mesir justru menekan Imam Besar Al Azhar untuk mencabut pernyataannya tentang Zionis, padahal dunia menyaksikan pelaparan sistemis yang menjadi senjata Yahudi untuk genosida. Di sisi lain, mulai banyak negara yang akan mengakui Palestina sebagai negara setelah terbuka borok Zionis Yahudi dan menyaksikan kejahatan yang tiada tara.

Para penguasa muslim ibarat buta dan tuli atas realita yang terjadi di Gaza, seolah tak ada ikatan iman antara mereka dengan Gaza. Padahal, Allah telah mengingatkan ikatan ukhuwah Islamiyah sebagai landasan hubungan antar muslim. Kepentingan dunia berupa jabatan dan kekuasaan telah mematikan ukhuwah Islamiyah dan menjerumuskan mereka pada kelemahan di hadapan musuh Allah. Padahal, inilah yang diinginkan oleh musuh-musuh Islam, mereka membuat lemah umat islam dengan sekat-sekat nasionalisme, memberi iming-iming kekuasaan dengan bergabung pada Negara adidaya pendukung Zionis.

Umat Islam sejatinya adalah umat terbaik, jelas tercantum dalam Q.S Ali Imran ayat 110 yang menyatakan bahwa, “Umat Islam adalah umat terbaik yang menyuruh kepada kebaikan (makruf), melarang kemungkaran, dan beriman kepada Allah … “, Kemuliaan umat akan terwujud kembali, sebagaimana janji Allah dalam Surah An-Nur ayat 55, “Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa … “.

Semua itu telah terwujud nyata dengan perjuangan Rasulullah SAW, sahabat Rasul, dan para khalifah sepanjang peradaban Islam yang berlangsung lebih dari 13 abad dengan kondisi saat umat manusia berada dalam keadaan terbaik. Kisah khalifah Al Mu’tasimbillah dan sikap tegas Sultan Abdul Jamid II adalah potret penguasa yang menjaga kemuliaan Allah dan Rasul-Nya.

Kemuliaan umat harus diperjuangkan kembali. Umat harus dibangun kesadarannya akan janji Allah, dan didorong untuk mewujudkannya kembali. Tidak kah kita rindu dengan bisyarah itu? Namun tentunya upaya itu membutuhkan kepemimpinan sebuah jamaah dakwah ideologis yang tulus mengajak umat untuk berjuang.

Dengan Rahmat Allah SWT, jalan dakwah akan mendapatkan hasil sepanjang menapaki thariqah Rasulullah, sebagaimana yang diemban oleh jamaah dakwah ideologis yang tulus menerapkan Islam Kaffah. Demikian juga perjuangan pembebasan Palestina akan terwujud ketika Khilafah tegak dan menyerukan jihad sebagai solusi tuntas. Umat harus memanfaatkan momentum ini (Genosida Gaza) untuk membangkitkan pemikiran umat dan ukhuwah islamiyah untuk mewujudkan kemuliaan Islam, karena Zionist hanya memahami bahasa perang, maka hanya dengan Jihad dan Khilafah yang bisa memporak-porandakan Zionist dan sekutunya.

Pos terkait