Masa Depan Teknogi: Tantangan Keamanan dan Etika Privasi Dunia Maya

DEPOKPOS – Perkembangan teknologi informasi dan internet saat ini telah mengubah cara manusia dalam melakukan komunikasi. Salah satunya adalah perkembangan media sosial, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan untuk memperoleh, membagikan dan menyebarluaskan informasi .

Media sosial merupakan salah satu media yang sangat popular saat ini karena menyediakan kemudahan dan kecepatan yang memungkinkan seseorang membuat dan mendistribusikan sebuah informasi. Era teknologi informasi saat ini tidak hanya untuk berbalas pesan dan saling bertukar informasi namun juga memberikan kemudahan dalam melakukan segala hal.

Banyak manfaat yang diperoleh dari kemajuan teknologi informasi. Tentunya penggunaan teknologi informasi pun ikut mengalami berkembang pesat, salah satunya terjadi pada bidang komunikasi. Semakin berkembangnya media sosial maka masalah keamanan informasi dan privasi juga menjadi hal yang penting saat ini.

Media sosial sebagai salah satu sumber bocornya informasi rahasia sudah menjadi hal yang umum saat ini. Privasi merupakan keleluasaan pribadi. Privasi melekat pada setiap manusia dan patut untuk dihargai. Pada era teknologi informasi ini, data mengenai privasi seseorang telah banyak tersebar pada internet. Tanpa disadari, banyak data mengenai privasi seseorang yang telah bocor di internet.

Data privasi yang tersebar bisa disebabkan oleh kelalaian maupun penyedia layanan Keamanan sistem informasi menjadi hal penting dalam bermedia sosial, masalah keamanan ini sering kali kurang mendapat perhatian dari para pemilik dan pengelola sistem informasi.

Perkembangan media sosial yang awalnya berfungsi untuk memudahkan pengguna melakukan melakukan interaksi sosial dengan menggunakan teknologi melalui internet sehingga mengubah cara penyebaran informasi sebelumnya yang bersifat penyebaran informasi yang dapat diterima oleh banyak pengguna yang menggunakan media social seperti media sosial facebook, Instagam,twitter, whatsapp maupun media sosial lainnya

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan pesat dan biaya yang lebih rendah dalam teknologi informasi dan komunikasi telah membuatnya lebih mudah diakses dan nyaman. Akibatnya, jumlah pengguna internet telah meledak. Penyalahgunaan data juga menjadi perhatian khusus.

Banyak pelanggaran data yang terjadi karena implementasi yang buruk atau tidak adanya kontrol keamanan baik di perusahaan swasta maupun di organisasi pemerintahan. Banyak negara yang berusaha meningkatkan persyaratan keamanan dan menerapkanya di undang-undang mereka. Namun, sebagian besar kerangka keamanan bersifat reaktif dan tidak mengatasi ancaman yang relevan.

Beberapa alasan mengapa data pribadi penting untuk dilindungi yaitu :

  • Data pribadi menyangkut hak asasi dan privasi yang harus dilindungi
  • Data adalah aset atau komoditas bernilai tinggi di era big data dan ekonomi digital
  • Pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data pribadi makin banyak terjadi
  • Masyarakat belum sepenuhnya sadar akan pentingnya melindungi data pribadi

Aspek-aspek keamanan informasi seharusnya dikontrol untuk perlindungan informasi yang terkait dengan keamanan informasi yaitu:

Privacy
Informasi yang dikumpulkan, digunakan, dan disimpan oleh organisasi adalah dipergunakan hanya informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek Confidentiality, Integrity dan Avalability yaitu :

Confidentiality (kerahasiaan)
Aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.

Integrity (integritas)
Aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin pihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.

Availability (ketersediaan)
Aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan,memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait.

Perlindungan adalah prasyarat untuk pengungkapan diri secara online, namun pengungkapan diri juga mengurangi privasi dengan memperluas ukuran data online yang dapat diakses oleh klien yang berbeda. Penggambaran lainnya mengenai privasi adalah hak individu untuk menentukan apakah dan sejauh mana seseorang bersedia membuka dirinya kepada orang lain.

Fungsi Privasi Ada tiga fungsi privasi, yaitu:

  • Pengatur dan pengontrol interaksi interpersonal yang berarti sejauh mana hubungan dengan oang lain diinginkan
  • Merencanakan dan membuat strategi untuk berhubungan dengan orang lain, yang meliputi keintiman atau jarak dalam berhubungan dengan orang lain.
  • Memperjelas identitas diri sumber

Privasi Data

Data dapat dikatakan data pribadi jika pada data tersebut dapat digunakan untuk mengenali atau mengidentifikasi seseorang, contoh dari data pribadi adalah nomor identitas mahasiswa beserta nama mahasiswa tersebut pada absensi. Nomor identitas tersebut dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengidentifikasi mahasiswa tersebut. Namun, apabila pada absensi tersebut hanya terdapat kumpulan nomor identitas mahasiswa tanpa dilengkapi dengan nama mahasiswa tersebut, maka hanya disebut data. Alasannya karena data tersebut belum bisa digunakan untuk mengidentifikasi seseorang

Privasi Komunikasi

Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Privasi Komunikasi dalam teknologi informasi membahas tentang bagaimana cara seseorang dapat berkomunikasi satu sama lain melalui teknologi informasi tanpa dipantau oleh pihak ketiga. Karena setiap orang memiliki batasan privat, oleh karena itu kita juga harus menghargai batasan tersebut. Hanya melalui undang-undang dan metode tertentu, maka batasan pada privasi komuniasi dapat diabaikan

Privasi Online

Berbagai data dan informasi yang dikumpulkan dengan peningkatan frekuensi dan dalam konteks yang berbeda, membuat individu menjadi lebih transparan. Bahkan, terkadang seseorang dengan mudahnya menyebarkan opininya melalui akun jejaring sosial yang akrab dan digandrungi remaja. biaya sosial dan finansial yang ditanggung untuk memperoleh dan menganalisis data ini meningkat tajam seiring dengan kemajuan teknologi

Di media digital seperti internet, apapun service yang digunakan sedikitnya seseorang telah membuka identitasnya sendiri. Bagaimana dan apa tentang diri seseorang tersebut yang dapat diketahui orang lain.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan guna menjaga privasi ketika berselancar di dunia maya.

Mengubah pengaturan privasi atau keamanan. Pahami dan gunakan fitur setting pengamanan ini seoptimal mungkin.

Buat kata sandi sekuat mungkin. Ketika melakukan registrasi online, sebaiknya lakukan kombinasi antara huruf besar dan kecil, angka, dan simbol supaya tak mudah terlacak.

Rahasiakan password yang dimiliki.

Jangan gunakan pertanyaan mengenai tanggal lahir, alamat, nama ibu karena pertanyaan tersebut hampir selalu digunakan sebagai pertanyaan keamanan untuk database bank dan kartu kredit. Ini memberi peluang bagi peretas untuk mencuri identitas dan mencuri uang.

Selalu log out. Selalu ingat untuk keluar dari akun, khususnya jika menggunakan komputer fasilitas umum.
Wi-FI. Buat kata sandi untuk menggunakan wi-fi, jika tidak, mungkin saja ada penyusup yang masuk ke jaringan.

Jangan berbagi informasi sensitif yaitu menghindari pembagian informasi yang bersifat pribadi.
Persulit cara log in ke akun yaitu dengan memilih kata sandi yang kuat dan unik, serta menyalakan twofactor authentication.

Gunakan aplikasi dengan end-to-end encryption Ini merupakan fitur di aplikasi chatting untuk menjaga keamanan data pribadi di media sosial.

Selalu cek aplikasi yaitu memastikan sudah memahami berbagai akses yang dibutuhkan oleh aplikasi.

Enam poin utama yang harus dipertimbangkan saat menggunakan sistem aplikasi online terkait privasi data yaitu keamanan dan data perlindungan, kesadaran pengguna, pengaturan kontrol, manajemen risiko, transparansi, dan etika.

Rizka Okta Ayu Rahmadhani
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta

Pos terkait