Menemukan Candi yang Terkubur Ribuan Tahun

Candi yang disebut dengan nama Candi Gagang Golok ini merupakan candi yang terkubur di area tanah milik Perum Perhutani

DEPOKPOS – Di Dukuh Kalipucung, Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes ditemukan Candi yang sudah terkubur selama ribuan tahun yang katanya lebih tua dari Candi Borobudur (ucap warga setempat).

Candi yang disebut dengan nama Candi Gagang Golok ini merupakan candi yang terkubur di area tanah milik Perum Perhutani. Candi yang diduga sudah ada dari abad ke 5 dan ke 6 ini ternyata terkubur selama ribuan tahun.

Temuan yang diduga candi menghadap ke Timur ini terdiri dari bangunan candi dan halaman utama. Temuan tersebut berupa umpak atau alas tiang bangunan, sebuah sumur, altar, dan arca yang diduga Dwarapala atau patung penjaga gerbang.

Terdapat juga bangunan sumur yang di dalamnya seperti terdapat tangga untuk masuk ke sebuah ruangan. “Sepertinya dulu sumur tersebut digunakan untuk tempat pemujaan”, ucap Slamet, warga setempat.

Bangunan yang diduga sumur pemujaan. Jumat (12/1/24). (Desi Falayati Falasyifa).
Bangunan yang diduga sumur pemujaan. Jumat (12/1/24). (Desi Falayati Falasyifa).

Awal mula ditemukannya reruntuhan candi ini di tahun 2019, yang membuat geger warga setempat karena ternyata terdapat peninggalan bersejarah didesa mereka. Dulu masyarakat berbondong-bondong untuk melihat reruntuhan yang diduga bangunan candi. Banyak juga wisatawan dari luar daerah datang hanya untuk melihat dan mengamati sejarah candi tersebut.

Saat ini, reruntuhan yang diduga merupakan sebuah candi ini sedang dalam pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng untuk proses pendataan yang membuat aktivitas penggalian situs ini dihentikan karena dikhawatirkan malah merusak identitas dari candi tersebut.

Karena proses penggalian dihentikan dan belum mengetahui siapa juru kunci dari candi tersebut membuat tempat ini terbengkalai. Sesekali warga sekitar melaksanakan pembersihan dan membuat patok untuk tetap menjaga cagar alam tersebut. “Ya kami ingin proses pendataan secepatnya, karena kami yakin tempat ini bisa menjadi wisata edukasi untuk anak-anak”, ucap warga setempat.

Kondisi candi Gagang Golok sekarang. Jumat (12/1/24). (Desi Falayati Falasyifa).
Kondisi candi Gagang Golok sekarang. Jumat (12/1/24). (Desi Falayati Falasyifa).

Masyarakat setempat berharap, penemuan ini bisa ditindaklanjuti karena mereka yakin penemuan ini bisa menjadi wisata yang bisa dijadikan wisata edukasi. Terbukti dengan saat ini yang baru di temukan berupa reruntuhan saja sudah banyak wisatawan dari luar yang tertarik untuk mengulik sejarah candi tersebut.

Penulis: Desi Falayati Falasyifa
Mahasiswa Film dan Televisi Institut Seni Indonesia Surakarta

Pos terkait