Jakarta,_ Dinamika dan protes para mitra dapur MBG masuk ke Gedung Wakil Rakyat DPR RI Senayan Jakarta. Dihadapan Komisi IX DPR RI (14/7/2026) melalui Ketua Umum Asosiasi Mitra BGN, Syawaluddin Ameng sampaikan ancaman akan gembok dapur MBG secara nasional dengan alasan diperlakukan tidak adil. Sikap ini berputar 180% ketika para eks pejabat BGN (Dadan Cs) sebelum ditangkap dan ditahan Kejagung. Bahkan ada yang bikin heboh joget-joget di media sosial dapat insentif Rp 6 juta/hari. Lebih dari itu, MBG program unggulan Presiden Prabowo seakan jadi ajang rente atau bancaan dengan nyatakan pemerintah hanya punya program, mereka yang punya (pamer) modal dan fasilitas. Tentunya, negara tidak boleh kalah apalagi mengalah atas hal tersebut”, tegas Ketua Umum APKLI Perjuangan, Dokter Ali Mahsun ATMO, M. Biomed, Jakarta, Sabtu, 18/7/2026.
Lebih lanjut dokter ahli kekebalan tubuh yang turut menebalkan makna mendasar dan strategis program MBG ketika masa kampanya Pilpres 2024 ini menuturkan bahwa perintah Presiden Prabowo pasca mega skandal korupsi BGN sangat tegas dan jelas. Yaitu evaluasi total program MBG. Evaluasi total tata kelola, keberadaan dapur, dan refokusing penerima manfaat. Bahkan sedang di kaji melibatkan kantin sekolah. Khusus perihal dapur MBG, APKLI-P tengah dan terus mendesak Presiden Prabowo Subianto, pertama, usut tuntas dan hukum seberat-beratnya sppg (dapur) fiktif terduga besaran Rp 12 T APBN MBG 2025 mengendap di rekening yayasan SPPG. Kedua, tutup permanen dapur SPPG terlibat skandal korupsi. Ketiga, tutup permanen dapur SPPG tidak memenuhi syarat. Ke-empat, alihkan ke kantin sekolah. Dan, kelima, hadirkan dapur keliling di daerah 3 T. Ketika ada oknum anggota DPR RI tidak setuju melibatkan kantin sekolah itu hak demokrasi, namun bisa dianggap tidak mewakili rakyat khususnya PKL UMKM Indobesia.
Ada dapur MBG fiktif sebesar Rp 12 T APBN ngendon di rekening Yayasan SPPG. Juga terjadi praktek mark up jumlah ompreng penerima manfaat, terdaftar layani 3000 yang riil hanya 1000 atau 1500 ompreng. Kenyataan ini sungguh sangat nenyakiti rakyat dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, sekali lagi, negara tidak boleh kalah apalagi mengalah dengan Asosiasi Mitra BGN yang ancam gembok dapur SPPG secara nasional. Untuk itu, APKLI-P mempersilahkan Asosiasi Mitra BGN gempok dapur secara nasional. Kedua, mendesak BGN tegas beri sanksi, dan segera umumkan ke publik hasil investigasi dapur MBG, Ketiga, mendesak Presiden Prabowo mengalihkan fubgsi dapur MBG ke kantin sekolah, pungkas Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 dan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarot PBNU 2000-2005.(Handoko)






