Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja

DEPOKPOS – Pada saat ini, kita berada pada zaman teknologi dibidang informasi dan komunikasi sangatlah maju dan berkembang dari tahun ke tahun, khususnya di media sosial.

Media sosial ialah media daring atau online yang terhubung melalui jaringan internet dari seluruh belahan dunia, dimana para pengguna bisa lebih mudah untuk berkomunikasi dengan jarak jauh. Dan menciptakan konten media melalui tiktok, instagram, whatsapp, twitter, dan lain sebagainya.

Bacaan Lainnya

Pengguna media sosial khususnya para remaja, sangatlah mempengaruhi dalam keberlangsungan hidup mereka baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Dari perubahan remaja dalam hal berperilaku komunikasi, pola hidup, serta kebiasaan kebiasaan yang baru dengan media sosial.

Perubahan-perubahan yang dialami oleh remaja dipengaruhi oleh media sosial, tentunya memberi dampak pada perkembangan remaja baik itu dampak negatif atau dampak positif.

Masa Remaja ialah masa dimana para remaja mencari sebuah “Jati diri” atau yang biasa kita kenal dengan identitas diri. Perlunya pengarahan atau bimbingan dari guru dan orang tua untuk membentuk sebuah jati diri anak remaja agar menjadi indentitas diri yang positif sehingga dapat menjadi kepribadian yang kuat dan kokoh dalam perjalanan hidupnya di masa kini maupun di masa yang akan datang.

Para remaja akan besar kemungkinan mengembangkan suatu perilaku yang menyimpang, menutup diri dan masyarakat serta melakukan berbagai kriminalitas. Yang dapat menyebabkan para remaja dapat melaukan berbagai bentuk kenalakan remaja yang dia apatkan di media sosial, ada beberapa faktor pendukung yaitu pengaruh teman sebaya, kualitas lingkungan sekitar tempat tinggal, serta tempat pendidikannya.

Teman sebaya memainkan peran penting dalam perkembangan remaja. Hubungan teman sebaya yang baik mungkin diperlukan untuk perkembangan sosial yang normal pada masa remaja. Orang tua dapat memberikan contoh atau petunjuk yang baik kepada anak remaja mengenai cara-cara mereka berhubungan dengan teman sebaya mereka. Media sosial merupakan media komunikasi yang sering digunakan masyarakat.

Pengaruh media sosial bagi para remaja jika tidak dibimbing dengan benar maka mereka akan mudah terjerumus pada suatu bentuk kenakalan remaja. Para remaja perlu melakukan penyaringan komunikasi pada media sosial agar dapat membuka jejaring sosial sesuai dengan usianya sehingga dengan harapan dapat mengurangi bentuk kenakalan remaja.

Pandemi akibat covid-19 yang melanda hampir seluruh negara didunia menyebabkan guncangan pada berbagai sektor kehidupan. Namun, kondisi ini tidak mempengaruhi peredaran gelap narkotika berkurang. Justru sebaliknya selama pandemi kasus peredaran gelap narkotika semakin naik.

Kedekatan masyarakat dengan media sosial dapat dimanfaatkan denga menyelundupkan gerakan sosialisasi anti narkoba dikalangan masyarakat. Penyuluhan narkoba ditengah pandemi bisa lebih menekan laju kasus narkotika yang saat ini selain Covid-19 kasus Narkoba juga.

Efektivitas penyuluhan menggunakan media sosial sebagai media yang mudah ditemukan dan mudah diakses semua kalangan untuk meningkatkan kesadaraan masyarakat akan bahaya narkoba bisa menjadi kunci untuk tersebarnya pengetahuan bahaya narkotika.

Cyber Bullying adalah bullyin yang terjadi melalui perantaraan media sosial dan korban dilecehkan atau dianiaya melalui media sosial. Proses pencegahan cyber bullying memerlukan ukuran yang jelas untuk menghindari kemungkinan kerusakan yang ada.

Pertama adalah memaksakan disiplin diri di antara pengguna media sosial. Ketika membuat akun media sosial, maka pengguna perlu memahami kegunaannya, tujuan, kemampuan, kemungkinan efek yang ada, media sosial melakukan kampanye anti cyber bullying secara berkala.

encegahan Tawuran di media sosial ini bukan melalui konten saja pelaku tawuran dapat menkampanyekan stop tawuran, tapo dngan silaturahmi, penyaluran hobi secara bersama dan membangun perselisihan di bidang yang sehat, yaitu ajang sepak bola dan olahraga lainnya antar sekolah.

Mulai dari menciptakan suasana lingkungan keluarga yang damai, lingkungan masyarakat yang rukun, tidak melalukan berbagai tindakan-tindakan kriminalitas, lingkungan sekolah yang berperan aktif untuk membangun karakter para remaja.

Pentingnya bagi para remaja untuk berinteraksi sosial agar adanya kesanggupan perindividu untuk saling berhubungan maupun berkerja sama dengan individu lainnya sehingga saling memengaruhi, mengubah, memperbaiki sifat maupun perilaku individu satu sama lain sehinggan terciptaknya hubungan timbal balik yang baik untuk kepribadian masing-masing.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus dapat dimanfaatkan untuk kesejateraan masyarakat. Teknologi tersebut merupakan alat untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju.

Internet dapat memberikan manfaat besar bagi pendidikan, penelitian, niaga dan aspek kehidupan lainnya. kita harus mendorong anak-anak dan para remaja untuk menggunakan internet sebagai alat yang penting untuk membantu pendidikan, meningkatkan pengetahuan, dan memperluas kesempatan serta keberdayaan dalam meraih kehidupan yang lebih baik.

Para remaja selalu tertarik dengan belajar hal-hal baru, namun terkadang mereka tidak menyadari resiko yang dapat ditimbulkan. Secara umum terdapat dua faktor yang dapat mempengaruhi pengunaan media sosial, yaitu faktor internal seperti kontrol diri, kepercayaan terhadap aplikasi media sosial, kepuasaan terhadap media sosial, serta sikap dalam menggunakan media sosial dan faktor eksternal seperti pengasuhan orang tua berupa pembatasan kontrol perilaku pada remaja.

Pada saat ini, sangat sedikit anak remaja di indonesia yang memiliki karakter kuat, karena tingginya kenakalan remaja di Indonesia, sehingga sebagai bukti bahwa gagalnya remaja untuk memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

Masyarakat sangat mengharapkan peran remaja untuk dapat meningkatkan pembangunan Negara Indonesia di masa yang akan datang. Pentingnya membangun karakter anak remaja agar mereka terbiasa untuk berperilaku secara positif dan menjauhi perilaku yang bersifat negatif.

Pendidikan karakter lebih efektif diawali ketika di lingkungan keluarga karena pendidikan karakter akan lebih baik ketika diterapkan sejak dini.

Pemanfaatan media sosial bagi remaja, dampak positif nya yaitu : Memperluas jaringan pertemanan berkat media sosial ini menjadi lebih mudah bereman dengan orang lain diseluruh dunia. Anak dan remaja akan temotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online. Situs jejaring sosial membuat anak dan temaja lebih bersahabat, perhatian dan empati.

Sebagai media penyebaran informasi. Informasi yang up to date sangat mudah menyebar melalui situs jejaring sosial. Sebagai sarana untuk mengembangkan ketarampilan dan sosial. Membangun koneksi positif dengan orang-orang yang minta dan tujuan yang sama.

Selain itu media sosial juga memudahkan masyarakat untuk saling berkomunikasi secara digital dengan siapapun. Kita sebagai pengguna perlu bijak dalam menggunakan media sosial tersebut.

Pengaruh internet dapat membawa pengaruh positif yaitu menjadi pusat informasi dalam media pembelajaran atau sebagai sarana penunjang dalam kelompok remaja. Internet juga bisa menjadi media komunikasi remaja melalui jejaring sosial yang sudah beraneka macam, kita dapat berkomunikasi dan menambah teman dengan orang banyak.

Hal positif lainnya para remaja dapat mengembangkan talenta yang dimilikinya seperti membuat situs sendiri dan mengembangkannya, membuat cerpen dan lain-lain. Media sosial dapat digunakan juga sebagai tempat untuk menyebarluaskan informasi positif seperti kampanye anti bullying, sebagai informasi pembelajaran.

Penggunaan media sosial oleh para remaja menambah relasi pertemanan, mendukung aktivitas belajar sebab proses pembelajaran selama Covid-19 juga telah memanfaatkan media sosial sebagai media dan sumber belajar.

Tindak kenakalan remaja yang diakibatkan oleh media sosial yaitu memfasilitasi komunikasi antara remaja yang melakukakn tindakan kenakalan seperti bullying, tawuran, dan kekerasan.

Salah satu kasus yang sering ditemukan namun sering dianggap sepele adalah mengomentari postingan seseorang dengan kata-kata yang tidak baik. Hal tersebut dapat terjadi akibat adanya kurang pengawasan dari pihak pendamping seperti orang tua, keluarga, guru, dan lingkungan sekitar.

Selain itu mereka juga perlu memberika edukasi terkait penggunaan media sosial, seperti konten apa saja yang boleh mereka aksesk, sehingga mereka dapat membatasi dirinya dalam bermain media sosial.

Kenakalan remaja merupakan salah satu gejala dari sosial, hal ini mengakibatkan remaja cederung mengembangkan perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang di kalang remaja bukanlah sesuatu yang asing di telinga masyarakat.

Berbagai media masa, baik itu televisi maupun medi sosial. Banyak memberitakan perilaku-perilaku mengenai kemerosotan moral yang dilakukan oleh remaja. Jadi perlu adanya sosialisasi untuk pencegahan kenalakan di media sosial, karena media sosial ketika kita tidak bisa mengendalikan akan menimbulkan kesalah pahaman dan akan dibawa ke tindakan hukum.

Pentingnya memanfaatkan media sosial sebaik-baiknya, dan harus bijak menggunakan media sosial.

Nabila Nur Hidayati 
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 

Pos terkait