Pendidikan Karakter dengan Gerakan Literasi ABC 5 Dasar

DEPOKPOS – Kasus-kasus seperti perundungan, kekerasan, tawuran, narkoba masih sangat marak terjadi pada generasi muda. Tak jarang hal ini justru viral di media sosial yang dan menjadi konsumsi publik. Tak hanya itu, dengan semakin luasnya penggunaan media sosial semakin memudahkan seseorang untuk melakukan ujaran kebencian bahkan tanpa bertatap muka langsung dengan korban.

Mudahnya terjadinya kasus kejahatan ini, menandakan bahwa kita utamanya generasi penerus bangsa kurang memahami tanggung jawabnya sebagai masyarakat dan orang yang beragama. Padahal sejatinya merekalah “transportasi” yang akan mewarisi nilai-nilai, norma, budaya dan tradisi bagi generasi selanjutnya. Dengan demikian perlunya pendidikan yang dapat membantu generasi muda menjadi manusia seutuhnya yang berbudi luhur sesuai dengan pengamalan nilai-nilai yang tertuang pada dasar negara kita pancasila.

Pendidikan karakter merupakan sebuah penanaman nilai-nilai kepada peserta didik yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, dan kemauan untuk melakukan nilai-nilai tersebut, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat dan lingkungan. Selama ini pendidikan karakter selalu disisipkan dalam materi-materi sekolah seperti Pendidikan Agama maupun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Namun dirasa itu semua belum cukup mampu untuk menebalkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Belum lagi mereka sekarang seakan teralihkan dengan kemudahan akses ke media sosial dimana kebebasan sebesar-besarnya mereka terima yang tak jarang justru meninggalkan nilai dan karakter bangsa.

Pendidikan karakter yang paling mungkin dilaksanakan sekarang adalah dengan membudayakan literasi. Melalui gerakan literasi ABC 5 Dasar ini, kita kembangkan dan budayakan nilai-nilai dan sikap karakter bangsa dalam partisipasi kita sebagai manusia dengan pendidikan karakter. Etika dalam gerakan literai ABC 5 Dasar ini terkait dengan penyangkalan berita bohong yang makin hari makin menjamur di dunia maya.

Dengan Amati dahulu informasi yang diterima sebagai langkah awal kita dalam penerapan literasi digital manusia berkarakter. Amati tanggal yang tercantum dalam informasi yang kita terima atau media yang tercantum dalam informasi tersebut. Kemudian Baca informasi dan Cermati isinya, baca selalu informasi yang diterima dengan seksama sehingga kita bisa menyimpulkan informasi yang ada secara benar.

Jangan setengah-setengah dalam menelaah suatu informasi dan jangan malas membaca. Buktikan kebenaran informasi yang diterima dengan tanyakan Darimana sumbernya? Teliti dalam setiap menerima informasi. Pastikan informasi yang kalian terima benar-benar dari orang atau lembaga yang dijamin oleh hukum tidak akan menyebarkan berita bohong.

Kalau di sosial media bisa disebut dengan akun centang biru. Tak hanya itu, kita bisa bertanya langsung pada sumber lainnya yang dirasa punya tanggung jawab dalam penyebaran informasi tersebut atau orang yang ada atau diberitakan dalam informasi tersebut. Sekali lagi jangan langsung menghakimi.

Terakhir, tanyakan pada diri kita masing-masing Efeknya apa setelah kita menemukan informasi tersebut. Setelah semua langkah-langkah diatas kita tempuh, kita bisa mengambil langkah apa yang akan kita tempuh terkait informasi tersebut. Jika dirasa informasi tersebut benar dan memiliki manfaat bagi orang sekitar maka bagikan. Jika informasi tersebut tidak memiliki manfaat bagi orang lain sekalipun informasi tersebut adalah informasi yang terbukti benar maka cukup simpan sendiri dan ambil sisi positifnya.

Kita bisa membangun karakter melalui pendidikan sederhana semacam gerakan literasi ABC 5 Dasar ini pada diri kita. Kita bisa memulai untuk mengembangkan pendidikan karakter dimulai dari diri kita dengan bertanggung jawab dan memiliki sikap kritis terhadap informasi apapun yang kita terima di dunia maya melalui proses literasi digital.

Shinta Nuriski Andari

Pos terkait