DEPOK – Di hadapan sekitar 88 peserta, Mubalighah Kota Depok, Ustadzah Rizka Ummu Sayyidah menegaskan Ramadhan sebagai momentum jadikan takwa paripurna.
“Ramadhan momentum jadikan takwa paripurna,” ungkapnya dalam Kajian Muslimah Shalihah, Ramadhan dan Jalan Menuju Takwa Paripurna (Sebuah Refleksi Menuju Kemenangan Hakiki), Sabtu, (7/3/2026) di Cipayung, Depok.
Agar Ramadhan dapat menjadikan kaum Muslim bertakwa secara paripurna, lanjutnya, maka jadikan standar kerinduan para salaf. “6 bulan berdoa agar dipertemukan Ramadhan, dan 6 bulan berdoa agar amal diterima,” jelasnya.
Ia pun menegaskan, kaum Muslim harus rindu bertemu lagi dengan Ramadhan. “Kita harus rindu bertemu Ramadhan, karena pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu,” sebutnya.
Apalagi menurutnya, tujuan utama Ramadhan adalah takwa paripurna, bukan takwa musiman. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 183 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Begitu juga lanjutnya, dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 102 yang artinya,“Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.”
Adapun menurutnya, definisi takwa menurut Imam Ali bin Abi Thalib ra mempunyai empat pilar yakni al khaufu minal jalil (rasa takut kepada zat yang Mahaagung), al-‘amalu bit tanzil (mengamalkan apa yang Allah turunkan yakni Al-Qur’an), ar-ridha bil qalil (merasa cukup dengan harta yang sedikit), danal-isti’dadu li yaumir rahil (mempersiapkan bekal untuk hari akhirat).
“Oleh karena itu, puasa hakikatnya bukan secara fisik yakni menahan lapar dan dahaga, tapi secara hakiki atau total yakni menahan lisan dari ghibah dan dusta, menahan tangan dari merugikan orang lain, menahan hati dari riya dan hasad, menahan transaksi haram, menahan kekuasaan atau kezaliman,” pungkasnya.[]Siti Aisyah