<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Self Reward Arsip - JAKPOS</title>
	<atom:link href="https://jakpos.id/tag/self-reward/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jakpos.id/tag/self-reward/</link>
	<description>Medianya Orang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Dec 2023 08:06:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://jakpos.id/go/wp-content/uploads/2025/01/cropped-JPlogo2-2-32x32.png</url>
	<title>Self Reward Arsip - JAKPOS</title>
	<link>https://jakpos.id/tag/self-reward/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemborosan Berkedok Self Reward</title>
		<link>https://jakpos.id/pemborosan-berkedok-self-reward/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2023 08:06:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Self Reward]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=62191</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Bukan rahasia lagi bahwa manusia senang jika diberi sebuah hadiah. Entah itu dari&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pemborosan-berkedok-self-reward/">Pemborosan Berkedok Self Reward</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Bukan rahasia lagi bahwa manusia senang jika diberi sebuah hadiah. Entah itu dari suatu pekerjaan yang sudah dilakukan dengan baik, ataupun pencapaian pribadi, kepuasan datang dari mengetahui bahwa upaya kita telah diakui. Inilah sebabnya mengapa self reward adalah alat yang ampuh untuk menuju tujuan yg kita inginkan.</p>
<p>Ketika kita meluangkan waktu untuk memberi diri sendiri sebuah hadiah, kita mengatakan pada diri sendiri bahwa kita berharga. Ini adalah salah satu hal penting yang harus kita perhatikan, terutama ketika kita sedang merasa burn out, sedih maupun tidak termotivasi. Dengan sedikit mencintai diri sendiri dapat mengantar kita kembali ke jalur untuk lebih semangat lagi.</p>
<p>Anggap saja seperti ini, Jika kita bisa tanpa ragu-ragu mengucapkan terima kasih kepada teman kita atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik, mengapa tidak melakukan hal yang sama kepada diri kita sendiri? Upaya kita juga layak mendapatkan pengakuan dan hanya kita yang dapat memberikan penghargaan yang layak kita dapatkan. Jadi beri tepukan pada diri kita sendiri karena kita pantas mendapatkannya.</p>
<p>Self reward memberi kita kemampuan untuk fokus pada apa yang harus kita peroleh, bukan pada apa yang harus kita hilangkan. Ini adalah cara untuk mengatakan pada diri sendiri bahwa kita mampu mencapai tujuan kita dan bahwa usaha tersebut layak untuk dilakukan. Ketika kita menghargai diri sendiri, kita merasa senang dengan kesuksesan kita, tidak peduli seberapa kecil prestasi yg kita raih.</p>
<p>Self reward memberi diri kita penguatan positif untuk mencapai tujuan bahkan ketika kita merasa tidak termotivasi. Ketika kita mencoba mencapai sesuatu, kita biasanya termotivasi oleh apa yang kita peroleh nantinya. Namun ada hal yg perlu kita batasi dalam memberi penghargaan pada diri kita sendiri.</p>
<p>Memberi hadiah yang tidak dipersiapkan dengan baik dapat menimbulkan masalah dan berdampak negatif. Salah satunya yaitu apabila self reward menjadi tak terkendali maka akan berujung menjadi aktivitas konsumtif atau disebut juga sebagai pemborosan. Hal ini menjadi sangat melenceng pada tujuan awal dari self reward itu sendiri.</p>
<p>Dengan cara self reward, kita dapat mengelabui otak kita dengan berpikir bahwa kita lebih berkomitmen terhadap tujuan tersebut daripada yang sebenarnya. Hadiah tidak harus berlebihan, tapi harus bermakna bagi kita.</p>
<p>Sesuatu yang sederhana seperti permen atau makanan manis dapat menghibur kita di masa-masa sulit. Jadi ketika kita kesulitan untuk kembali ke jalur yang benar, cobalah untuk memuji dan mengakui upaya kita. Ini mungkin bisa menjadi dorongan yang kita perlukan untuk mencapai tujuan kita.</p>
<p>Sewaktu kita memberikan hadiah kepada diri sendiri karena menyelesaikan suatu tugas atau mencapai tujuan, kita lebih mungkin untuk melakukan hal itu lagi. Kepuasan menerima self reward seringkali cukup untuk membuat kita termotivasi dan fokus pada tujuan kita.</p>
<p>Salah satu cara untuk memastikan diri kita mendapat imbalan yang berarti adalah dengan mengikat dengan tujuan kita. Misalnya, jika tujuan kita adalah menurunkan berat badan, kita mungkin menetapkan tujuan untuk menurunkan berat badan dalam jangka waktu tertentu. Setelah kita mencapai tujuan itu, kita bisa memberi diri kita hadiah sendiri dengan membeli pakaian baru atau pergi berbelanja.</p>
<p>Di sisi lain, jika tujuan kita untuk menghemat uang, hadiah diri kita bisa menjadi bisa seperti melakukan perjalanan atau membeli hal yg bisa dipakai dalam jangka panjang.</p>
<p>Apa pun tujuan kita, pastikan bahwa imbalan diri kita adalah sesuatu yang benar &#8211; benar akan kita nikmati dan hargai. Hal ini akan membantu kita tetap termotivasi dan berada di jalur untuk mencapai tujuan kita.</p>
<p>Jika digunakan dengan benar, self reward dapat menjadi alat yang ampuh untuk membantu kita mencapai tujuan kita. Secara definisi, self reward adalah sesuatu yang diberikan kepada diri sendiri setelah menyelesaikan tugas yang diinginkan atau mencapai tujuan yang diinginkan.</p>
<p>Biasanya, self reward diberikan pada saat itu dan dimaksudkan untuk dinikmati tak lama setelah mereka diperoleh. Hal ini berbeda dengan upah yang tertunda, yang diberikan setelah jangka waktu berlalu.</p>
<p>Ada berbagai cara untuk menggunakan imbalan diri secara efektif. Salah satu caranya adalah menetapkan tujuan dan kemudian menghargai diri sendiri untuk memotivasi agar lebih bersemangat.</p>
<p>Misalnya, jika tujuan kita adalah menurunkan berat badan, kita mungkin akan menghargai diri sendiri dengan pakaian baru setelah mencapai berat badan target kita. Hal ini dapat membantu memotivasi kita untuk terus maju dan mencapai tujuan akhir kita.</p>
<p>Cara lain untuk menggunakan self reward adalah dengan memilih sesuatu yang akan kita nikmati pada saat itu. Misalnya, jika kita mengerjakan tugas yang sulit, kita mungkin bisa mengambil waktu istirahat untuk menonton acara TV favorit atau jalan &#8211; jalan di luar setelahnya. Hal ini dapat membantu membuat kita tetap fokus pada tujuan kita.</p>
<p>Self reward dapat menjadi cara yang bagus untuk memotivasi diri untuk mencapai tujuan kita. Jika digunakan dengan benar, self reward itu dapat membantu kita tetap berada di jalur dan mencapai kesuksesan dari tujuan kita.</p>
<p>Self reward adalah cara yang bagus untuk tetap termotivasi. Sewaktu kita menetapkan tujuan dan kemudian memberi diri kita upah untuk mencapainya, kita lebih mungkin berpaut pada tujuan kita. Hal ini karena kita ingin menghindari perasaan tidak menyenangkan karena tidak mendapatkan hadiah. Self reward juga dapat membantu kita merasa baik terhadap diri sendiri dan prestasi kita.</p>
<p>Nihlatul Fitria<br />
Mahasiswa Universitas Sebeleas Maret</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/pemborosan-berkedok-self-reward/">Pemborosan Berkedok Self Reward</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i2.wp.com/suaranusantara.com/wp-content/uploads/2023/07/Self-Reward-itu-Penting-Tapi-Jangan-Kebablasan-ya.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mengakhiri Hidup Bukan Sebuah Solusi</title>
		<link>https://jakpos.id/mengakhiri-hidup-bukan-sebuah-solusi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Dec 2023 04:13:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh Diri]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Self Healing]]></category>
		<category><![CDATA[Self Reward]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=61907</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Setiap manusia pasti sering merasakan lelah, baik lelah fisik maupun lelah batin. Lelah&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mengakhiri-hidup-bukan-sebuah-solusi/">Mengakhiri Hidup Bukan Sebuah Solusi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Setiap manusia pasti sering merasakan lelah, baik lelah fisik maupun lelah batin. Lelah batin merupakan keadaan dimana seorang merasakan lelah secara mental dan emosional. Seringkali lelah batin disebabkan karena otak bekerja terlalu keras dalam waktu yang lama tanpa waktu istirahat. Lelah batin juga disebabkan karena tekanan pada diri seorang itu terlalu berat yang terkadang dapat memicu stress bahkan hingga depresi atau hal lain yang lebih mengerikan.</p>
<p>Jika merasakan lelah fisik kerap kali cukup dengan istirahat lalu minum vitamin mungkin sudah menyelesaikannya. Namun, bagaimanakah dengan lelah batin ? apa yang sering dilakukan orang-orang untuk menyelesaikannya? Benar, bunuh diri adalah langkah salah yang banyak diambil oleh orang yang mengalami lelah batin.</p>
<p>Orang yang mengalami lelah batin seringkali mengalami perubahan mood yang berantakan. Disaat seorang itu dalam mood yang tidak baik dan dengan posisi sedang sendirian akan muncul rasa ingin membunuh dirinya sendiri untuk menyelesaikan dan mengakhiri segala tekanan dan masalah yang sedang dihadapinya.</p>
<p>Hingga pikiran negatif itu dilakukan oleh si pelaku bunuh diri tersebut, namun pada faktanya justru bukan menyelesaikan masalah melainkan menambah masalah baru untuk orang lain. Rasa ingin bunuh diri sering kali dipicu karena seseorang yang sedang mengalami masalah tersebut kebingungan untuk menyelesaikan masalah yang dimiliki. Sehingga, banyak permasalahan-permasalahan yang dipendam sendirian hingga tidak mampu menahannya sampai berakhir pada usai yang salah.</p>
<p>Banyak kasus bunuh diri yang terjadi saat ini serta banyak pula faktor yang memicunya. Contohnya, ketika ada seseorang yang memiliki sikap pendiam, selalu memendam masalahnya sendiri. Saat dia disalahkan oleh orang lain dia hanya diam. Ketika di luar rumah dia hanya memiliki sedikit teman.</p>
<p>Dia kebingungan menyelesaikan urusan pendidikan dan tidak kunjung menemukan solusi, lalu terus bermunculan masalah-masalah baru yang menumpuk di kepalanya sehingga dia merasa kelelahan dan menyalahkan diri sendiri atas semua masalah yang dialaminya hingga berakhir bunuh diri.</p>
<p>Hal ini sangat tidak dibenarkan dalam semua aspek, baik secara norma kesusilaan maupun norma agama. Jika dalam agama Islam dijelaskan di dalam Qur’an Surah An Nisa ayat 29 <em>“…Janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”</em>. Bahkan tindakan bunuh diri juga menjadi larangan keras oleh negara.</p>
<p>Negara mengatur dalam UUD 1945 Pasal 28A menyatakan bahwa “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya”. Banyak langkah yang dapat kita ambil untuk menyelesaikan masalah baik masalah mental ataupun masalah lainnya yang memicu kelelahan batin dan dapat mengarah pada keinginan bunuh diri</p>
<h3>Self Healing</h3>
<p>Self healing merupakan proses penyembuhan luka batin yang biasa menganggu kondisi emosional seseorang. Banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan untuk self healing. Liburan ke tempat yang disukai dan melihat pemandangan luar untuk memuhasabah diri serta meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan atas semua nikmat yang telah diberikan. Hal lain yang dapat dilakukan untuk menghibur diri sangatlah banyak.</p>
<p>Bahkan, banyak pula kegiatan menarik yang tidak perlu membutuhkan ongkos untuk melakukannya. Menulis, kegiatan yang pasti semua orang dapat melakukannya. Mencurahkan segala keluh kesah dan isi hati dalam bentuk tulisan sudah termasuk kegiatan yang dapat mengurangi stress karena suatu masalah. Apalagi jika takut untuk meminta saran atau pendapat dari orang lain, mungkin menulis dapat menjadi salah satu sarana yang mudah untuk self healing.</p>
<h3>Self Reward</h3>
<p>Jika self healing adalah suatu ‘penyembuhan’ maka self reward merupakan suatu ‘penghargaan’ kepada diri sendiri. Self reward adalah bentuk dari bagaiman kita menghargai diri kita, menghargai setiap usaha yang kita lakukan serta pencapaiaan yang sudah kita dapatkan. Self reward dapat membangun energi positif yang mampu membuat diri kita siap beraktivitas kembali dengan pikiran yang lebih fokus dan tenang.</p>
<p>Menurut Djamarah (2008 : 182) reward (hadiah) adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan. Kita dapat memberikan penghargaan pada diri kita dapat berupa membeli barang yang sedang diinginkan dan juga bermanfaat. Namun, penghargaan terhadap diri sendiri itu tidak harus berupa barang, bahkan membeli makanan yang kita suka sudah merupakan salah satu upaya untuk self reward. Memberikan kesempatan diri untuk mengakui keberhasilan yang telah diraih atas sesuatu yang membanggakan.</p>
<h3>Bercerita dengan orang terdekat</h3>
<p>Sharing atau menceritakan apa yang sedang kita alami dan rasakan kepada orang yang kita percaya juga mampu memberikan efek positif terhadap diri kita. Bahkan mungkin orang lain mampu mencegah jika muncul keinginan untuk melakukan niatan untuk bunuh diri. Mendapatkan saran dan masukan dari orang yang kita percaya untuk mendengarkan cerita kita adalah solusi yang baik untuk mengurangi sedikit masalah yang sedang dihadapi.</p>
<p>Terkadang hanya didengarkanpun sudah mampu membuat diri kita lega dan mulai berfikir lebih tenang dalam mengambil keputusan. Menurut teori J. S House, K. R Landis, &amp; D Umberson, mendengarkan dan berbicara dengan seseorang dipercaya dapat membantu meredakan stress dan memberikan prespektif baru.</p>
<h3>Konsultasi Psikologi</h3>
<p>Namun ketika dirasa kelelahan mental yang dialami semakin parah dan tidak ada lagi solusi yang didapat, mencoba untuk konsultasi psikologi menjadi pilihan yang tepat. Konsultasi psikologi adalah komunikasi dua arah yang dilakukan antara pasien dan psikolog untuk mencari solusi atas masalah perasaan, perilaku, atau gangguan mental yang dialami pasien.</p>
<p>Konsultasi psikologi dapat membantu mengubah sudut pandang terhadap permasalahan yang sedang dihadapi. Bahkan diera ini sudah banyak platform online untuk konsultasi tentang mental seperti LISA, SEJIWA dan banyak platform-platform lain yang bisa digunakan untuk konsultasi dengan psikolog.</p>
<p>Banyak langkah yang mampu diambil ketika kita dalam keterpurukan hingga menyebabkan kelelahan batin, dan bunuh diri bukan cara untuk menyelesaikan semua masalah. Jangan pernah menganggap diri kita kecil dan remeh. Kita pasti mampu untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.</p>
<p>Jangan pernah mempunyai pemikiran yang sempit, yang hanya akan menjerumuskan kita kepada hal yang tidak baik. Pertebal iman dalam diri agar tidak mudah goyah jika tergoda hal negatif. Menghadapi masalah dengan tenang dan percaya bahwa dari masalah-masalah yang kita hadapi justru akan membuat kita semakin berkembang dan menjadi manusia yang lebih baik.</p>
<p><em>Arum Fajar Rahmawati</em><br />
<em>Mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Surakarta</em></p>
<p>Artikel <a href="https://jakpos.id/mengakhiri-hidup-bukan-sebuah-solusi/">Mengakhiri Hidup Bukan Sebuah Solusi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jakpos.id">JAKPOS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/www.usd.ac.id/pusat/puskaloka/ph0t0/pp_artikel_08072022192222_WhatsApp_Image_2022-07-08_at_17.27.39.jpeg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
