Jakarta,_ Transformasi nama organisasi dari Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (PKLI-P) menjadi Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah putih (APKLI Merah Putih), serta perluasaan keanggotaan organisasi ke sektor hulu (petani, nelayan, home industry, dan lainnya) hasil Munas VI APKLI-P 25-27 Agustus 2026 di Asrama Haji Jakarta memiliki konsekwensi. Yaitu segenap legal dan administrasi organisasi sudah tidak berlaku lagi, tidak terkecuali SK Kepengurusan DPW Provinsi dan DPD Kab/Kota, DPC Kecamatan hingga Pimpinan Paguyuban diseluruh Indonesia. Untuk itu, APKLI Merah Putih tancap gas lakukan konsolidasi organisasi. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum/Formateur Terpilih DPP APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed., Jakarta, Minggu, 30/8/2026.
“Momentum is gold”. Momentum itu emas, dan tidak akan datang hal yang sama untuk kedua kalinya. Lebih dari itu, berlandaskan kenyataan dan experiences selama 15 tahun terakhir sejak pimpin APKLI hasil Munas IV di Semarang tahun 2011, serta untuk memaksimalkan tata kelola potensi dan kekuatan ekonomi rakyat PKL UKM yang sangat besar, maka keberadaan sumber daya manusia yang profesional, yang memiliki jejaring bisnis dan kapital, serta para tokoh bangsa/masyarakat dalam kepengurusan APKLI Merah Putih adalah hal mendasar dan strategis. Oleh karena itu, percepatan konsolidasi kelembagaan dan infrastruktur organisasi APKLI Merah Putih dari DPP hingga Pimpinan Paguyuban menjadi sebuah keniscayaan. Untuk itu, selaku Ketua Umum/Formateur Terpilih DPP APKLI Merah Putih 2026-2031 segera terbitkan SK Kepengurusan Caretaker DPW Provinsi, dan DPD Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia. Segera gelar rapat formateur tetapkan Kepengurusan DPP APKLI Merah Putih 2026-2031, dan segera didaftarkan ke Kementerian Hukum RI, imbuh dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FK Unibraw dan FKUI.
Amanah Munas VI APKLI-P tahun 2026 merupakan titik tolak revolusi ekonomi rakyat Indonesia, dan revolusi sandang, papan, dan pangan rakyat. Untuk itu, APKLI Merah Putih bergerak cepat, base time strategy and management, menyongsong momentum besar rakyat dan bangsa Indonesia, yaitu puncak bonus demografi 2030. Pertama, lakukan pengawalan dan sukseskan 5 program unggulan Presiden Prabowo, yaitu MBG, KDKMP, KNMP, Sekolah Rakyat, dan 3 Juta Rumah Rakyat. Kedua, segera bentuk Tim Khusus Percepatan Pembentukan BADAN PEREKONOMIAN UMKM RI, MUPP – MODAL USAHA PRODUKTIF DAN PENDAMPINGAN, dan YAYASAN DANA SOSIAL PKL UKM INDONESIA. Ketiga, the big data PKL UKM Indonesia selesai semester I tahun 2028. Sedangkan Pelantikan DPP APKLI Merah Putih 2026-2031 digelar di Jakarta pada September-Oktober 2026. Untuk Rakernas I pada Januari 2027 bersaman dengan Puncak Harlah Ke-34 APKLI Merah Putih, serta Rapimnas I pada Juni 2027, pungkas Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI) yang sudah 15 tahun alih profesi dari dokter penyakit manusia ke dokter ekonomi rakyat Indonesia.(Handoko)





