IDMC 2026 Hadirkan Lima Praktisi di Sesi Magnify, Bahas Strategi Brand di Era Digital

IDMC 2026 Hadirkan Lima Praktisi di Sesi Magnify, Bahas Strategi Brand di Era Digital

Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 resmi digelar di Nusantara Hall, ICE BSD, Tangerang, pada 4–5 Juni 2026. Mengusung tema “Move. Adapt. Play”, konferensi ini menghadirkan puluhan pembicara dari berbagai latar belakang industri dalam dua hari penyelenggaraan.

Pada hari kedua, salah satu sesi yang paling dinantikan adalah sesi classroom bertajuk “The Strategy Behind Brands That Always Win” yang diselenggarakan oleh Magnify.

Berlangsung di Garuda Room, ICE BSD, mulai pukul 14.30 hingga 18.30 WIB, sesi ini dipandu oleh MC dan moderator Sophia Tobing serta Wilson Susilo, serta menghadirkan lima pembicara praktisi dengan keahlian yang saling melengkapi.

Praktisi Bedah Strategi Brand dari Konten hingga Iklan Digital

Sesi Magnify diperuntukkan sebagai ruang belajar bagi para pemilik bisnis, marketer, dan kreator konten yang ingin memahami strategi di balik brand-brand yang berhasil memenangkan perhatian audiens.

Membuka sesi, Stephen Septian, Founder dan Creative Director dari Increasink, membawakan materi bertajuk “Everyone Creates Content, Not Everyone Builds a Brand: Connecting the Dots Through Storytelling”.

Ia menyoroti kemudahan produksi konten yang justru melahirkan tantangan baru. Semua orang bisa membuat konten yang bagus, tetapi pembeda sesungguhnya adalah rasa dan karakter brand.

“Hari ini AI sudah bisa bikin konten, tapi mungkin semuanya jadi sama. Siapa yang punya cara yang berbeda? Itu yang jadi tantangan,” ujar Stephen.

Dalam sesi ini, Stephen juga memperkenalkan formula storytelling miliknya bernama STEPS, singkatan dari Stop Line, Tension, Exactly You, Pivot Point, dan Solution. Pendekatan ini ia buat untuk membangun konten yang menarik perhatian dan meninggalkan kesan jangka panjang.

Ia juga menekankan pentingnya brand archetype sebagai fondasi karakter brand sebelum berbicara soal strategi konten.

“Brand itu kayak manusia, punya karakter, punya suara, punya value, dan punya cerita. Kalau kita enggak tahu brandnya itu mau ke mana, gimana timnya bisa ngerjain konten yang mewakili brand itu?” ujarnya.

Ia pun menutup materinya dengan satu pesan untuk mengingatkan bahwa branding yang kuat harus dibangun jangka panjang dengan terus konsisten terhadap karakter dan cerita.

“Branding is long term, dan branding is a marathon, not a sprint,” tutupnya.

Melanjutkan sesi, Aldo Sinarta, Fashion & Portrait Photographer Expert, membahas peran visual sebagai marketing tools paling krusial. Ia menjelaskan bahwa foto bukan sekadar dokumentasi, melainkan instrumen yang bekerja 24 jam membangun persepsi dan kepercayaan audiens terhadap sebuah brand.

Giliran berikutnya, Christian Sotanto, CEO dan Co-Founder Marketz.id, membawakan materi bertema digital advertising di era AI. Ia menyoroti fenomena platform ads yang semakin dikuasai algoritma dan AI.

Sebagai penutup, sesi dilanjutkan dengan talkshow membahas personal branding yang menghadirkan Elizabeth Setiaatmadja, Strategic Networking Advisor yang dikenal dengan julukan The Queen of Networking, bersama Ingrid Saidbun, second generation owner dari brand Bocorocco.
(FHK)

Pos terkait