DEPOKPOS – Di hadapan sekitar 45 tokoh Muslimah, Mubalighah Kota Depok Ustadzah Zulfa Ummu Raisa mengungkapkan, Islam diturunkan dengan membawa misi kemerdekaan yakni memerdekakan umat manusia dari penghambaan kepada sesama manusia dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah SWT.
Hal tersebut dijelaskannya dalam Forum Tokoh Muslimah Depok (FTMD#25): Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki dengan Syari’ah Islam Kaffah, Sabtu (2/8/2025) di Depok.
“Misi tersebut Rasulullah SAW sampaikan dalam suratnya kepada penduduk Najran,” ujarnya.
Kemudian ia pun membacakan isi surat tersebut yang dikutip dari Al-Bidayah wa an- Nihayah (V/553) karya Al-Hafiz Ibnu Katsir, “Amma ba’du. Aku menyeru kalian untuk menghambakan diri kepada Allah dan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian agar berada dalam kekuasaan Allah dan membebaskan diri dari penguasaan sesama hamba (manusia).”
Tak hanya itu, lanjut Zulfa, menjelang meletusnya Perang Qadisiyah (636 M), Panglima Perang Kekhalifahan Rasyidah Saad bin Abi Waqash, yang diangkat oleh Amirul Mukminin Umar bin Khaththab, mengirim sejumlah utusannya untuk menemui Rustam Farrakhzad, jenderal Persia saat itu. Salah satunya utusannya yakni Rib’iy bin Amir (seorang sahabat Nabi SAW yang mulia dan pemberani).
Pada waktu itu, menurutnya, Rib’iy bin Amir pun mengungkapkan kedatangannya dengan berkata, “Allah telah mengutus kami untuk mengeluarkan siapa saja yang Dia kehendaki dari penghambaan diri kepada sesama manusia agar mereka menghambakan diri hanya kepada Rabb manusia. Dia mengeluarkan mereka dari dunia yang sempit menuju akhirat yang luas, dan mengeluarkan mereka dari kezaliman agama-agama yang ada kepada keadilan Islam.”
Kemerdekaan Hakiki
Ia pun menambahkan, kemerdekaan hakiki hanya bisa diraih dengan menerapkan Islam secara kaffah dalam bingkai kepemimpinan khilafah.
Itu semua lanjutnya, harus bisa diwujudkan. Adapun caranya, dengan menyempurnakan kemerdekaan saat ini dengan mewujudkan ketundukan sepenuhnya pada semua aturan Allah, melepaskan diri dari belenggu sistem yang bertentangan dengan tauhid yakni kapitalisme maupun komunisme maupun seluruh ide-ide turunannya, serta menegakkan aturan Allah secara menyeluruh.
Bahkan, menurutnya, penerapan syariah Islam dan kepemimpinan Islam akan mewujudkan kemerdekaan hakiki yang insyaallah akan terwujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah al-A’raf ayat 96, yang artinya:
“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.”[Siti Aisyah}