PALESTINA – Aksi keji Israel tetap menghantui warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat pada momen lebaran, Idulfitri 1447 H.
Serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, sementara di Tepi Barat, pemukim Israel membakar rumah dan kendaraan milik warga sipil.
Serangan tersebut menambah panjang daftar korban sejak gencatan senjata disepakati dengan mediasi Amerika Serikat (AS) pada Oktober tahun lalu.
Selain itu, kekerasan di Tepi Barat diduga makin intensif dilakukan koloni Yahudi terhadap properti dan warga Palestina di tengah perang Timur Tengah antara Iran dan AS-Israel.
Kekerasan ini terjadi bertepatan dengan Ramadan yang dilanjut Idulfitri–momen yang seharusnya menjadi perayaan bagi umat Muslim. Namun warga Palestina justru menjalani Ramadan dan hari raya di tengah ketakutan, serangan, dan perusakan oleh militer Israel maupun koloni Zionis.
Serangan di Gaza
Mengutip dari Aljazeera, serangan udara Israel pada Minggu (22/3) telah menewaskan setidaknya empat orang di sekitar kawasan kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah.
Tiga korban tewas di antaranya adalah anggota polisi. Mereka tewas karena serangan udara Israel yang mengenai kendaraan di sekitar Nuseirat. Puluhan orang lainnya terluka akibat serangan itu.
Pada serangan terpisah di kampung Sheikh Radwan, di Gaza utara, seorang tokoh senior kelompok bersenjata yang memiliki keterkaitan dengan faksi Fatah tewas karena serangan Israel.
Saat berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari militer Israel terkait serangan-serangan itu.
Pada Kamis (19/3) lalu, serangan drone menargetkan kampung Zeitoundi Gaza City. Setidaknya tiga warga Palestina terbunuh dan banyak yang terluka akibat serangan itu.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan setidaknya sudah 680 warga Palestina terbunuh oleh Israel sejak kesepakatan gencatan senjata mulai dilaksanakan pada Oktober tahun lalu.
Sejak Oktober 2023, agresi Israel ke Gaza telah menewaskan setidaknya 72 ribu orang, banyak di antara mereka perempuan dan anak-anak.
Selain itu bangunan-bangunan di Gaza pun hancur berantakan karena serangan udara dan pasukan darat Israel selama tiga tahun terakhir.
Serangan di Tepi Barat
Di saat yang sama, kekerasan juga meningkat di wilayah Tepi Barat. Mengutip dari Aljazeera, AP, AFP, dan kantor berita Palestina WAFA, kelompok pemukim Israel melakukan serangkaian serangan ke desa-desa Palestina.
Rumah dan kendaraan dibakar di sejumlah wilayah, termasuk di sekitar Nablus.
Saksi mata menyebutkan bahwa serangan dilakukan secara terkoordinasi oleh kelompok pemukim, sebagian menggunakan penutup wajah. Dalam beberapa kasus, pasukan keamanan Israel disebut berada di lokasi namun tidak menghentikan aksi tersebut.
Bukan hanya di Nablus, peristiwa serupa terjadi di tempat-tempa lain di Tepi Barat–wilayah Palestina yang diduduki Israel.
Kemudian di Desa Burqa, di timur Ramallah, WAFA memberitakan sebelum tengah malam kelompok koloni Zionis menyerang pusat kesehatan dan komersial di sana. Bukan hanya menyerang, kelompok pemukim Israel itu juga membakar bangunan dan merusak kendaraan warga.
“Sumber-sumber melaporkan bahwa para pemukim melakukan serangan mendadak terhadap desa tersebut di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel, yang memicu meningkatnya rasa takut dan ketegangan di antara penduduk.,” demikian diwartakan WAFA.