Puluhan Siswa SD 04 Cibadak Gagal Masuk SMPN 2 Cibadak Jalur Afirmasi, Wali Murid Pertanyakan Syarat Zonasi

Puluhan Siswa SD 04 Cibadak Gagal Masuk SMPN 2 Cibadak Jalur Afirmasi, Wali Murid Pertanyakan Syarat Zonasi

CIBADAK, Sukabumi, jakpos.id – Kekecewaan dirasakan sejumlah wali murid SD Negeri 04 Cibadak setelah seluruh siswanya tidak lolos seleksi SPMB 2026 ke SMP Negeri 2 Cibadak, padahal informasi dari wali kelas menyebutkan tersedia 2 kuota jalur afirmasi.

Salah satu wali murid SDN 04 Cibadak mengaku kecewa. “Menurut keterangan wali kelas ada 2 orang kuota jalur afirmasi. Tapi kenyataannya seluruh siswa SD 04 Cibadak satupun tidak lolos karena tidak masuk zona. Yang jadi pertanyaan, apakah syarat masuk SMPN 2 Cibadak jalur afirmasi sekarang ditambah zonasi?” ujarnya saat ditemui, Senin 22 Juni 2026.

Berdasarkan Permendikdasmen dan juknis SPMB 2026, jalur afirmasi memang dikhususkan bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas dengan kuota minimal 20% untuk jenjang SMP.

Namun sistem SPMB 2026 mengganti istilah “zonasi” menjadi “jalur domisili” dengan pendekatan jarak. Jika pendaftar afirmasi melebihi kuota, sekolah memprioritaskan calon murid dengan jarak tempat tinggal paling dekat ke sekolah. Dinas Pendidikan Jabar juga menegaskan seleksi dilakukan daring, transparan, dan tanpa biaya.

Kepala SMPN 2 Cibadak belum dapat dikonfirmasi terkait detail penerimaan tahun ini. Sementara itu, Dinas Pendidikan Kab. Sukabumi mengimbau wali murid memahami peta rayon dan memastikan data DTKS/KIP valid sebelum mendaftar jalur afirmasi.

Para wali murid berharap ada sosialisasi lebih jelas agar tidak terjadi miskomunikasi antara kuota sekolah dengan syarat domisili yang berlaku di sistem SPMB.(Red)

Pos terkait