Strategi Negara dalam Mengelola Media di Era Globalisasi: Antara Adaptasi, Kontrol, dan Kepentingan Nasional

DEPOKPOS – Di era modern kini, atau yang sering kita kenal era globalisasi merupakan fenomena yang diindikasikan dengan percepatan penyebaran informasi antar negara, salah satunya penggunaan media yang dijadikan sebagai alat yang strategis dalam dunia politik global. Disini, negara tidak lagi berperan sebagai regulator pasif, melainkan turut berperan sebagai aktor yang aktif dalam mengoperasikan media guna menanggapi gempuran globalisasi sekaligus tetap mempertahankan kepentingan negara di tengah gempuran arus informasi yang kini semakin inklusif.

Globalisasi sendiri merupakan penyebaran suatu informasi yang diperkuat lagi oleh perkembangan teknologi digital yang akhirnya membentuk ruang komunikasi yang semakin terhubung antara satu sama lain. Dengan adanya perkembangan teknologi, penyebaran informasi pun kini dapat dengan mudah melintasi batas negara, yang dimana informasi ini membawa nilai ideologi, dan budaya dari berbagai negara. Dalam hal ini, negara diwajibkan untuk menyesuaikan dan mengikuti perkembangan global agar tidak tertinggal jauh dari kompetisi global yang kini semakin ketat.

Bacaan Lainnya

Menurut pandangan dari teori soft power yang dibawakan oleh Joseph Nye, media disini berperan sebagai instrumen kunci dalam mengkonstruksi daya tarik suatu negara, seperti penyebaran nilai, budaya, dan kebijakan. Media pun tidak hanya beperan sebagai alat menyebarkan informasi, melainkan juga sebagai instrumen persuasif yang dapat mempengaruhi opini publik. Dengan kata lain, negara dapat mengoperasikan media untuk membentuk branding yang positif dan meningkatkan posisinya di tingkat internasional.

Sebagai bentuk penyesuain dan adaptasi, sebuah negara dapat mengoperasikan media guna menyebarkan informasi, entah itu terkait budaya negara, memperluas diplomasi dengan negara lain, atau juga membuat narasi yang dapat menguntungkan kepentingan negara. Melalui platform media sosial dan digital dapat menjadi alat yang efektif dalam mencapai audiens global secara cepat. Dalam hal ini, penyesuaian dan adaptasi membuktikan bahwa globalisasi tidak dapat dihindari, yang dimana negara harus mengelola arus globalisasi secara efektif dan strategis.

Namun demikian, inklusivitas dari informasi juga dapat menimbulkan ancaman yang serius. penyebaran informasi yang tidak terkontrol dapat berdampak terhadap adanya informasi yang tidak valid, terciptanya propaganda, serta dapat mengundang ideologi asing dalam mempengaruhi dan mengancam stabilitas negara. Dalam hal ini, untuk menanggapi masalah demikian, negara harus membuat regulasi dan kebijakan yang efektif dan strategis untuk mengawasi penggunaan media di dalam negeri.

Dalam pandangan lain, pemahaman terkait propaganda dapat dipahami melalui teori propaganda model yang dibawakan oleh Noam Chomsky, beliau mengatakan bahwasanya media merupakan objek yang tidak ada pendirian, dalam arti lain dapat dengan mudah dikontrol oleh kepentingan dan kekuasaan dari kaum elit dan struktur ekonomi-politik. Dalam hal ini, negara juga harus berupaya untuk mengontrol penyebaran informasi yang tidak valid tersebut agar tetap berkesinambungan dengan kepentingan negara, baik dari seleksi konten maupun penguatan kebijakan komunikasi.

Namun, terlepas dari itu, media disini masih berperan penting dalam melindungi kepentingan negara, terlebih dalam memeprkuat identitas negara, dan nilai-nilai yang dianut di era gempuran dominasi global. Media dapat berfungsi sebagai alat kontruksi struktur sosial dalam membentuk awareness masyarakat terhadap identitas nasionalnya. Dengan kata lain, media pun tidak hanya menjadi alat komunikasi melainkan juga sebagai alat ideologis negara dalam menguatkan legitimasi negara.

Dalam pembicaraan lebih lanjut, media sangat berperan dalam membentuk opini publik terhadap apa yang dilakukan negara, entah itu mengeluarkan kebijakan, atau melakukan diplomasi dengan negara lain. Narasi yang dibentuk melalui media dapat dengan mudah mempengaruhi cara berpikir masyarakat terhadap isu-isu yang ada, baik dari level domestik maupun level internasional. Dengan kata lain, hal ini membuktikan bahwasanya media merupakan salah satu elemen inti dari strategis komunikasi politik suatu negara.

Dengan demikian, peran media dalam menanggapi negara yang berhadapan dengan globalisasi mencerminkan kompleksivitas antara penyesuaian dan adaptasi, kontrol, dan kepentingan negara. Negara diwajibkan untuk mampu menyelaraskan keterbukaan informasi dengan upayanya dalam melindungi stabilitas dan kedaulatan negara. Dalam mencapai keberhasilan, pengelolaan media secara efektif dan strategis dapat meningkatkan posisi dan daya saing negara di tengah gempuran globalisasi yang berkelanjutan.

Syam Rezala Harahap

Pos terkait