Suatu siang Ari mendatangi suatu restoran yang ada di sekitar rumah nya. Saat ia datang, tidak ada yang menyambut dan mempersilahkan masuk. Tempatnya nya pun terkesan agak kotor dan berantakan.Saat memesan menu makanan pun pelayan nya tidak bersikap ramah dan terkesan sinis. Setelah memesan, ia duduk di tempatnya dan ternyata makanannya sangat lama datang.
Saat datang pun pelayan nya tidak ramah dan terkesan asal saat penyajian.
Dua hari kemudian Ari mendatangi restoran yang berbeda dari hari sebelumnya.
Saat baru di depan pintu ada pelayanan yang menyambut dan mempersilahkan masuk serta menunjuk meja yang tersedia.
Setelah itu saat memesan pelayanan nya sangat lugas dan informatif terhadap menu-menu yang tersedia.
Waktu menunggu makanan pun tak begitu lama. Dan saat makanan disajikan pun pelayanan nya baik dan sangat berkesan bagi Ari. Dan terpatri dalam hati Ari, ia akan kembali lagi ke tempat ini.
Dari dua kisah tersebut dapat kita pahami bahwa pelayanan prima dapat berdampak kepada pilihan konsumen yang ujung-ujungnya adalah peningkatan omzet bisnis. Oleh karena itu agar bisnis berkembang dengan baik, maka diperlukan adanya pelayanan prima.
Oleh karena itu pada tulisan ini akan disampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pelaksanaan pelayanan prima.
Namun sebelum membahas itu, kita pahami terlebih dahulu apa itu pelayanan prima.
Menurut Suwithi dalam (Frimayasa & Administrasi, 2017) Pelayanan prima adalah pelayanan yang terbaik yang diberikan kepada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal berdasarkan standard dan prosedur pelayanan.
Lalu apa saja yang harus dilakukan agar menjadi pelaku bisnis yang menerapkan pelayanan prima terhadap konsumen nya?
Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan
1. Attitude (Sikap)
Sebagai yang melayani customer, kesan pertama sangatlah penting, sikap yang kita tunjukkan sangatlah membekas dalam benak customer. Sikap yang ditunjukkan
menggambarkan dan memberi citra perusahaan, baik itu langsung maupun tidak langsung. Setiap karyawan suatu perusahaan seharusnya memiliki sikap yang ramah dan menjunjung tinggi profesionalisme pekerjaannya serta memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan
2. Ability (kemampuan)
Karyawan harus bisa melakukan selling, pemecahan kasus dengan cepat, manajemen kecemasan dan pemanfaatan teknologi
3. Appearance (Penampilan)
Penampilan sebagai kredibilitas suatu perusahaan baik fisik maupun nonfisik. Maka penting dalam menjaga penampilan
4. Attention (Perhatian)
Attention merupakan bentuk kepedulian kepada pelanggan atau tamu, yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan, serta pemahaman atas saran dan kritik yang diberikan. Dalam melakukan aktivitasnya, seorang karyawan haruslah senantiasa memperhatikan dan mendahulukan keinginan pelanggan, termasuk di dalamnya tamu perusahaan tersebut.
5. Tanggung jawab
Dalam melayani tentu harus memiliki rasa tanggung jawab, yaknisikap keberpihakan kita kepada pelanggan / tamu / mitra kerja sebagai bentuk rasa empati dan kepedulian kita. Sikap tanggung jawab ini jika dilaksanakan dengan benar dan sepenuh hati, maka bisa meminimalkan terjadinya ketidakpuasan pelanggan, tamu atau mitra perusahaan.
Sebagaimana dua kisah Ari di atas, tentu kita tidak ingin menjadi seperti restoran yang pertama. Kita ingin membuat pelanggan puas dan berharap datang kembali. Dengan tulisan ini, kita tahu bahwa ternyata ujung tombak bisnis yang sering dilupakan yakni pelayanan prima. Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi para pembaca.
Rizkia Fadila Rahma